Kepala BPBD PPU, Nurlaila, menjelaskan korban pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WITA pergi menyadap karet seperti aktivitas biasanya. Namun hingga pukul 11.00 WITA, korban tidak kunjung kembali ke rumah.
“Karena korban belum pulang seperti biasanya, lurah bersama warga setempat berinisiatif melakukan pencarian di lokasi korban menyadap karet,” ujar Nurlaila, Selasa (12/5/2026).
Pencarian awal dilakukan di sekitar area tempat korban bekerja, tetapi korban belum ditemukan. Lurah Buluminung kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Pusdalops BPBD PPU untuk meminta bantuan pencarian.
Setelah menerima laporan, tim BPBD PPU langsung berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait dan bergerak menuju lokasi pencarian. Proses pencarian melibatkan pihak keluarga, Damkar, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Lurah Buluminung, PT MHL, Ketua RT 04, serta tim BPBD PPU.
Korban akhirnya ditemukan di bendungan PT MHL yang berjarak sekitar 700 meter dari lokasi korban menyadap karet. Saat ditemukan, korban berada dalam kondisi meninggal dunia.
“Korban ditemukan dengan beberapa bagian tubuh hilang. Pada bagian perut hingga punggung mengalami luka sehingga organ dalam tubuh terlihat keluar,” jelasnya.
Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUD RAPB untuk penanganan lebih lanjut sebelum dilakukan pemakaman.
Editor: Erwin