Lewat dana hibah yang berasal dari Federasi Sepak Bola Dunia, (FIFA), Indonesia sebentar lagi bakal memiliki fasilitas lengkap yang bisa digunakan timnas untuk berlatih. Setidaknya, FIFA menghibahkan dana sebesar Rp85,6 miliar untuk pembangunan fasilitas terintegrasi. "Terima kasih untuk FIFA yang sudah mendanai pembangunan fasilitas latihan ini. Dana ini merupakan dana terbesar yang diberikan FIFA dikawasan Asia Tenggara," kata Jokowi.
Selain bersumber dari FIFA, pembangunan training center ini juga akan didanai pemerintah sebesar Rp95 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Jokowi mengungkapkan, bahwa kucuran anggaran yang diberikan untuk pembangunan fasilitas Timnas Garuda ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah terhadap perkembangan sepak bola di Tanah Air. "Saya yakin dengan pembangunan fasilitas ini nantinya prestasi Timnas Indonesia akan terus berkembang dimasa mendatang," lanjut dia.
Pemerintah sendiri menargetkan pembangunan fasilitas latihan pada tahap I ini akan dibangun di atas lahan seluas 34,5 hektare dan ditargetkan tuntas dalam kurun wamtu 6 bulan ke depan. Pada tahap awal, fasilitas ini akan dilengkapi dengan dua lapangan latihan dan penginapan bagi pemain maupun pelatih nantinya.
Sementara untuk tahap lanjutan, nantinya akan ada delapan lapangan latihan yang akan dibangun. Mulai dari lapangan sepak bola, futsal indoor, bola pantai hingga fasilitas penunjang lainnya bagi pemain. "Kalau selama ini Timnas kan selau berpindah-pindah latihannya. Nanti setelah fasilitas ini selesai gak perlu lagi pindah," ungkapnya.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengatakan, pembangunan fasilitas latihan ini sekaligus untuk menjawab pertanyaan publik terkait pusat pelatihan untuk Timnas Indonesia. Direktur Anggota Asosiasi Regional Asia dan Oseania FIFA, Sanjeevan Balasingam berharap dengan adanya bantuan yang diberikan dari FIFA mampu berkontribusi dalam perkembangan sepak bola Indonesia lebih baik lagi. Selain itu, ia berharap pembangunan fasilitas ini bisa membawa Timnas Indonesia ke level sepak bola yang lebih tinggi baik di Asia maupun dilevel dunia.
Editor: Maruly Zainuddin