Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU Marjani menjelaskan, sebelum terjadinya banjir sudah ada peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berpotensi terjadi hujan sedang hingga deras yang disertai kilat, petir dan angin kencang.
Banjir merendam perumahan warga di RT 01, RT 02, RT 04, RT 05, RT 06 dan RT 10 Desa Bukit Subur yang diakibatkan air kiriman dari daerah hulu.
“Hujan dengan intensitas yang cukup tinggi di daerah hulu mengakibatkan adanya kiriman air yang membuat sungai meluap dan berdampak pada naiknya tinggi muka air ke rumah warga di Desa Bukit Subur khususnya di area rendah dan sekitar bantaran sungai,” ujar Marjani kepada Korankaltim.com Jumat (17/3/2023) hari ini.
Data dari petugas, jumlah bangunan ter dampak banjir di Desa Bukti Subur mencapainya 100 rumah yang tersebar di RT 01, RT 02, RT 04, RT 05, RT 06 dan RT 10.
“Untuk kondisi terkini secara keseluruhan di wilayah terdampak sudah surut dan sudah tidak terdapat air di dalam rumah. Aliran sungai turun cukup deras,” sebutnya.
Banjir juga melanda Desa Binuang, Kelurahan Pemaluan dan Kelurahan Sepaku. Banjir di tiga wilayah akibat air kiriman mengakibatkan 71 rumah ter dampak.
Dari data yang dihimpun, bangunan terdampak banjir di Kelurahan Pemaluan, tepatnya di RT 01 yakni 2 rumah, RT 02 sebanyak 21 rumah, RT 04 sejumlah 2 rumah dan di RT 05 ada 7 rumah. Desa Binuang banjir hanya melanda RT 08 dengan 5 rumah dan Kelurahan Sepaku tersebar di RT 01, RT 02 dan RT 03. Total rumah ter dampak Kelurahan Sepaku yakni 34 rumah.
“Untuk kondisi terkini secara keseluruhan di wilayah ter dampak sudah mulai turun perlahan namun masih terdapat beberapa rumah yang terendam air,” bebernya.
Editor: Aspian Nur