Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) PPU, Salahuddin menjelaskan, Aditya sedianya akan dirujuk ke RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo, Balikpapan. Namun melihat kondisi yang ada tidak memungkinkan untuk atlet tersebut diterbangkan ke Balikpapan.
“Karena persyaratan untuk menggunakan pesawat tidak memungkinkan terpaksa atlet bersangkutan di rujuk ke RSUD Tarakan. Sementara dalam perjalanan menuju Tarakan,” kata Salahuddin kepada Korankaltim.com , Jumat (18/11/2022) hari ini.
Aditya yang merupakan atlet bridge itu diduga mengalami benturan yang cukup parah ketika kendaraan roda enam nomor polisi KT 7155 VB yang dikemudikan oleh Tri Basuki terguling ke dalam jurang dengan kedalaman 10 meter. “Kemungkinan luka dalam akibat hempasan saat bus terguling, hasil rontgen harus dibawa ke Tarakan,” akunya.
Untuk atlet yang mengalami luka berat maupun ringan juga tengah mendapatkan perawatan medis dari rumah sakit di Kabupaten Berau. “Mudahan tidak bertambah (kritis). Yang lainnya lagi dirawat di rumah sakit Berau,” sebut Salahuddin lagi.
Seperti diketahui, Kamis (17/11/2022) kemarin sekitar pukul 13.30 WITA tim PPU berangkat ke Berau untuk mengikuti Porprov VII/2022 namun karena mobil tidak kuat naik tanjakan akhirnya tergelincir dan masuk jurang di Gunung Langsat yang letaknya sekitar 20 kilometer dari Koramil arah ke Samarida.
Penulis: Erwin
Editor: Aspian Nur