Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) PPU Herlambang mengakui kalau videotron milik pemerintah daerah tersebut memang belum bisa dioptimalkan karena mengalami kerusakan.
“Videotron itu ada beberapa alatnya yang perlu perbaikan sehingga saat ini tidak bisa kita optimalkan,” ujar Herlambang.
Staf di Diskominfo PPU telah diperintahkan untuk melihat kondisi peralatan atau alat videotron yang berada di Kelurahan Nipah-Nipah, Petung dan Waru tersebut. “Sebagian alatnya tidak berfungsi, kemarin pas dilihat itu banyak semut di dalamnya,” ungkapnya.
Kerusakan videotron ini akan dibicarakan bersama ketika menggelar rapat pada Oktober ini agar aset pemerintah daerah dapat berfungsi sebagaimana mestinya. “Perbaikannya akan dibicarakan dengan bidang yang menangani karena kita kan belum tahu tingkat kerusakannya,” bebernya.
Pemerintah daerah berencana untuk mengoptimalkan videotron yang berada di tiga titik tersebut yang memang diproyeksikan untuk menghasilkan PAD.
“Fungsinya memang untuk itu (PAD) selain sarana publikasi kepada masyarakat. Diharapkan ada kontribusi dari masyarakat atau pengguna jasa,” ucap Herlambang.
Dalam penelusuran media ini, harga satu videotron tersebut paling murah Rp16,5 juta sementara paling mahal seharga Rp25 juta dan harga itu belum termasuk biaya pemasangan dan lain-lain. Itu artinya puluhan juta bahkan bisa jadi ratusan juta terbuang sia-sia karena rusaknya videotron di tiga daerah tersebut.
Penulis: */Erwin
Editor: Aspian Nur