Kepala BPBD PPU Marjani kepada Korankaltim.com pagi tadi menjelaskan, banjir yang melanda di sejumlah wilayah sudah dilaporkan kepada kepala daerah.
Kelurahan dan desa yang terdampak banjir disebabkan karena tingginya intensitas hujan bersamaan dengan tingginya pasang surut air laut.
“Saluran pembuangan di daerah yang diterjang banjir tersebut kurang lancar mengakibatkan naiknya tinggi muka air di rumah warga,” jelas Marjani.
Berdasarkan data sementara, bencana banjir terjadi di RT 06 dan RT 15 Desa Bangun Mulya Kecamatan Waru. Bangunan yang terdampak di RT 06 sebanyak 7 rumah dan di RT 15 sekitar 2 rumah. Ketinggian muka air di halaman rumah 50 centimeter (cm) hingga 1 meter (m).
Kelurahan Sungai Parit tepatnya di RT 5 dan RT 6 terdapat sebanyak 45 rumah yang terdampak banjir. Untuk di RT 05 terdapat 20 rumah dengan ketinggian air di halaman rumah 20 hingga 30 cm sementara di dalam mencapai 5 cm.
Untuk di RT 06 terdapat sebanyak 25 rumah terdampak banjir. Ketinggian air di halaman rumah mencapai 40 cm dan di dalam rumah 10 cm.
Sementara di RT 04 Kelurahan Nenang terdapat sebanyak 26 rumah terdampak banjir. Tinggi muka air di halaman rumah yakni 1 meter dan di dalam rumah 20 hingga 30 cm.
Di Kelurahan Nipah-nipah, Kecamatan Penajam, rumah yang terdampak banjir ada 6 unit. Masing-masing menimpa warga di RT 01 dan 03.
“Bangunan terdampak banjir di RT 01 dan 03 masing-masing ada tiga unit. Ketinggian muka air di halaman rumah warga di RT 01 kurang lebih 50 cm dan di dalam 30 cm. RT 03 ketinggian muka air di halaman 20 hingga 30 cm, kalau di dalam rumah 5 cm. Tapi kondisinya sekarang berangsur-angsur mulai surut,” papar Marjani.
Sebagian warga yang terdampak banjir ada yang harus dievakuasi petugas dan sebagai memilih bertahan di rumah.
Marjani mengaku sebelumnya Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini akan terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat dan petir.
Penulis : Erwin
Editor : Aspian Nur