Kepala Pengelola Program Malaria, Dinas Kesehatan PPU, Ponco Waluyo ketika ditemui awak media menjelaskan bahwa berdasarkan data yang pihaknya himpun dari 14 fasilitas kesehatan, di antaranya klinik, rumah sakit dan puskesmas terdapat sebanyak 550 orang yang mengalami penyakit malaria.
“Sampai Juni itu ada 550 kasus malaria. Jumlah itu berdasarkan data yang dihimpun dari 14 fasilitas kesehatan,” ungkapnya, Rabu (27/7) kemarin.
Lanjutnya, ratusan orang yang alami penyakit malaria tersebut merupakan pekerja pengrajin kayu di hutan, tepatnya di perbatasan wilayah PPU, Paser dan Kutai Barat.
Karena akses menuju fasilitas kesehatan jauh dari tempat mereka bekerja dan sulitnya akses kendaraan roda empat, sebanyak dua orang penderita penyakit malaria meninggal dunia.
Kedua penderita penyakit akibat gigitan nyamuk Anopheles tersebut merupakan orang luar daerah dan warga PPU.
“Keterlambatan dapat penanganan medis, jalan rusak dan tidak ada mobil. Meninggalnya pada bulan Maret dan April 2022,” akunya.
Penulis: Erwin
Editor: Supiansyah