Guru Olahraga SD 026 Penajam, Muhammad Syariadi, ketika ditemui menjelaskan bahwa sekolah yang ditempatinya untuk memberikan pengetahuan kepada para penerus bangsa mengalami kekurangan ruang belajar.
Ruangan kelas yang dimiliki saat ini hanya terdapat lima ruang kelas dari total kebutuhan 12 ruangan kelas.
Tiga ruang kelas diantaranya yang dipakai saat ini memanfaatkan bangunan rumah dinas guru, kepala sekolah dan penjaga sekolah sebagai ruang belajar. Bangunannya pun jauh kata layak karena bangunan itu berdiri sejak 1984 atau 38 tahun yang lalu.
“Kalau tidak salah bangunan awal ini tahun 1984, itu ceritanya rumah dinas dan belum pernah di rehab, tapi karena kekurangan bangunan sehingga dimanfaatkan sebagai ruang kelas,” ungkapnya, Rabu (20/7/2022).
Lanjutnya, tiga unit rumah dinas yang dijadikan ruang untuk mencerdaskan anak bangsa tersebut kondisinya memprihatinkan sehingga harus segera mendapatkan perhatian pemerintah.
Bagaimana tidak, selain bangunnya yang bermaterial kan kayu yang telah cukup tua, di bagian atap, plafon, dinding dan lantainya sebagian besar alami kerusakan.
“Kondisinya memperlihatkan sekali dan kayunya sudah jabuk,” akunya.
Syariadi mengaku sekolah ini memang sebelumnya mengalami permasalahan lahan, sehingga bantuan untuk pembangunan ruang kelas baru tidak bisa direalisasikan.
“Sebelumnya terkendala masalah tanah. Sebenarnya tanah ini sudah di hibahkan tapi pimpinan yang dulu mungkin suratnya tercecer sehingga tidak ada bukti. Nah di situlah yang menjadi permasalahan, jadi kontraktor tidak berani membangun karena status tanahnya belum jelas,” bebernya.
Meski demikian, ia memastikan persoalan itu telah tuntas sehingga telah bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah.
“Sekarang Alhamdulillah di tahun 2021 kemarin sudah clear semua, pak Kadisdikpora bersama kepala sekolah sudah menguruskan. Sekarang tengah proses sertifikat,” ucapnya.
Penulis: Erwin
Editor: Supiansyah