“IKN Nusantara bisa menjadi kota terbaik di dunia. Saya yakin itu karena beberapa pemindahan IKN yang saya baca jadi yang terbaik sebab berada di wilayah yang benar-benar telah hijau,” kata Wahidin kepada Korankaltim.com Rabu (29/6/2022) hari ini.
Pemilihan konsep sudah sangat tepat mengingat beberapa waktu mendatang konsep green city akan menjadi fokus seluruh dunia. Pemilihan konsep tersebut pun diyakini tidak semerta-merta dilakukan oleh pemerintah pusat, tentunya telah melalui kajian sangat ketat.
Sepengetahuan pria bergelar Magister of Urban and Regional Planning Curtin University of Technology, Perth, Australia ini, hampir 100 tahun terakhir tidak ada desain IKN sebaik IKN Nusantara.
“Bisa dibandingkan dengan yang ada di Mesir dan Kazakhstan. Kita berada di lokasi hutan industri makanya Presiden Jokowi mengatakan ketika berkunjung ke Mentawir, kota itu (IKN Nusantara) akan di hutankan. Biasanya kan kalau ada kota, hutannya yang di geser, kalau ini berbeda, makanya di aturan hanya 24,5 persen (1.633 Ha) dari seluruh KIPP (6.671 Ha), selebihnya 75,5 persen (5.038 Ha) akan dimanfaatkan sebagai area hijau,” paparnya.
Konsep IKN Nusantara tersebut patut untuk diapresiasi oleh seluruh lapisan masyarakat. “Jadi harus diapresiasi karena kami tidak akan pernah menemukan lagi ada kota sebaik ini. Makanya di UU disebutkan IKN ini menjadi acuan untuk pembangunan ibu kota di Indonesia,” tutup Wahidin.
Penulis : Erwin
Editor : Aspian Nur