Jumlah pendaftaran kini telah mencapai ribuan orang sementara kuota per tahunnya sangat minim.
“Pendaftaran sudah lebih 4.000 orang dan setiap hari bertambah, bisa lebih masa antreannya sampai 28 tahun karena semakin banyak,” ungkap Kepala Kemenag PPU Nasruddin kepada Korankaltim.com Rabu (1/6/2022) hari ini.
Jatah keberangkatan yang diberikan oleh Kementerian Agama sebelum masa Pandemi Covid-19 per tahunnya hanya mencapai 126 orang. Meski begitu dengan ditetapkannya PPU sebagai Ibu Kota Negara (IKN) diharapkan ada kuota tambahan yang diberikan agar masyarakat dapat lebih cepat berangkat ibadah haji. “Dengan alasan adanya IKN, diharpkan ada kuota tambahan untuk PPU,” ujar Nasruddin lagi.
Untuk tahun 2022 ini kuota yang diberikan mengalami penurunan hingga 50 persen. Jatah yang diberikan hanya 60 orang, turun signifikan sebelum pandemi Covid-19 karena per tahunnya mencapai 126 orang.
“Kuota tahun ini untuk PPU sebanyak 60 orang. Mereka akan berangkat di gelombang kedua tanggal 19 Juni hingga 3 Juli mendatang,” bebernya.
Para calon jamaah haji yang akan berangkat pun telah memenuhi persyaratan yang dibutuhkan. (*/kk)
Penulis: */Erwin
Editor: Aspian Nur