Akibat bencana alam ini, ratusan warga pun dipastikan telah terdampak karena air sudah memasuki rumah.
Berdasarkan data sementara terdapat kurang lebih 54 rumah terendam air dengan dihuni 81 KK atau 272 jiwa.
Untuk di RT 8 sebanyak 15 rumah 15 KK atau 51 jiwa, RT 9 sebanyak 10 rumah 10 KK atau 40 jiwa, RT 10 sebanyak 4 rumah 28 KK atau 90 jiwa, RT 11 4 rumah 4 KK atau 13 jiwa, RT 13 sebanyak 1 rumah 3 KK atau 5 jiwa dan RT 14 sebanyak 20 rumah 21 KK atau 73 jiwa.
“Sebagian warga sudah ada yang mengungsi di Gedung Serba Guna Desa Sumber Sari. Warga di RT 08 ada 3 jiwa, RT 09 ada 19 jiwa, RT 10 ada 9 jiwa, RT 11 ada 8 Jiwa dan RT 13 ada 4 jiwa. Jumlah Pengungsinya itu 11 KK atau 43 jiwa,” jelas Nurlaila kepada Korankaltim.com Minggu (10/9/2021).
Banjir terparah dialami warga di RT 9 dimana ketinggian air di dalam rumah mencapai 30 sentimeter untuk di halaman rumah lebih kurang 120 senti sementara di RT 13, TMA di dalam rumah setinggi 70 Cm, di halaman rumah 90 senti.
Nurlaila mengakui banjir yang melanda warga di Kecamatan Babulu ini tidak disebabkan karena adanya peningkatan Tinggi Muka Air (TMA) di area perbatasan Desa Sumber Sari, PPU dengan Sebakung 5, Paser.
“Jadi air melebar ke area persawahan di Desa Gunung Mulia, PPU akibat luapan dan kiriman air dari banjir yang terjadi di Kecamatan Longkali, Paser,” sebut Nurlaila.
Penulis : Erwin
Editor : Aspian Nur