Dalam pembahasannya, mengajukan anggaran untuk penanganan dan pencegahan Covid-19 sekitar Rp13 miliar. Jumlah itu turun sejumlah Rp2 miliar karena sebelumya dicanangkan Rp15 miliar.
“Awalnya 15 miliar karena insentif tenaga kesehatan sudah pisah makanya menjadi 13 miliar, kalau tahun kemarin kan anggarannya ada di kami tapi sekarang di RSUD Ratu Aji Putri Botung, ” ungkapnya, Kamis (25/2), kemarin.
Dana puluhan miliar tersebut akan digunakan untuk berbagai kegiatan. Anggaran penanganan Covid-19 kurang lebih sekitar Rp7 miliar, kegiatan vaksinasi Rp4 miliar, pembangunannya sanitasi atau penampungan limbah sementara Rp1 miliar.
“Selebihnya anggaran yang ajukan itu untuk kegiatan promosi maupun pembiayaan di rusunawa,” katanya.
Grace mengakui anggaran vaksinasi yang diajukan tersebt bukan untuk melakukan pengadaan vaksin Virus Corona oleh pemda, melainkan pembiayaan dalam pelaksanaan vaksinasi.
“Bukan untuk pengadaan vaksin melainkan anggaran pengamanan, makan-minum petugas, horor vaksinator, sosialisasi dan lainnya,” bebernya.
Diketahui, usulan anggaran penanganan Covid-19 pada tahun 2021 mengalami penurunan sekitar Rp12 miliar. Pada tahun 2020 lalu, Dinas lebih kurang Rp 25 miliar.
Penulis : */ Erwin
Editor : Bambang Irawan