Langkah ini dilakukannya karena penderita penyakit malaria di PPU meningkat dalam berapa tahun ini walaupun sebagian besar penderita malaria bukan warga PPU.
Pengelola Program Malaria, Dinas Kesehatan PPU, Harjito Ponco Waluyo, menerangkan pada awal 2021 bakal membentuk posko malaria hutan di Kilometer 17 Kelurahan Sotek. Akses tersebut merupakan jalan utama masyarakat yang hendak pergi atau keluar dari bekerja di hutan.
“Itu merupakan akses satu-satunya masyarakat yang bekerja di hutan baik pekerja atau peramban semuanya melewati Kilometer 17 Sotek,” ungkapnya, Kamis (31/12/2020).
Lanjutnya, apabila dalam pemeriksaan ditemukan masyarakat yang positif terpapar malaria maka akan terlebih dahulu diobati petugas dari Puskesmas Sotek.
Kalaupun nantinya terdapat masyarakat yang ditemukan positif malaria namun tetap memaksa untuk masuk ke hutan untuk bekerja maka petugas akan hanya memberikan obat-obatan.
“Petugas yang ditempatkan berasal dari Puskesmas Sotek dan kader malaria di Puskesmas yang telah diberikan pelatihan. Poskonya nanti buka sekitar Pukul 09:00-17:00 Wita,” bebernya.
Penulis : Erwin
Editor : Bambang Irawan