Pengelola Program Malaria, Dinas Kesehatan PPU, Harjito Ponco Waluyo, ketika ditemui awak media, menerangkan hingga November ini kasus penyakit malaria mengalami peningkatan hingga 30 persen dari tahun sebelumnya.
Tahun 2019 lalu total kasus penyakit malaria mencapai 1.050 kasus dengan Annual Parasite Incidence (Api) atau jumlah penderita malaria sebesar 7 per 1.000 penduduk.
“Sampai saat ini sudah sebanyak 1.306 kasus dengan API sebesar 8,2 per 1.000 penduduk, sudah masuk zona merah,” ungkapnya, Rabu (11/11/2020) hari ini.
Dari total kasus yang ada berasal dari wilayah perbatasan Sotek-Bongan, Kutai Barat (Kubar) dan perbatasan Sotek-Muara Toyo Kabupaten Paser. Sebagian besar masyarakat di kawasan itu bekerja di kawasan hutan.
“Jumlah kasus hampir semua berasal dari wilayah itu, hanya memang akses untuk berobat yang dekat ke puskesmas di PPU terutama di Puskesmas Sotek, Petung dan Klinik Dioratu,” bebernya.
Dari 1.306 kasus penyakit malaria itu hanya terdapat sekitar 30 persen yang merupakan penduduk PPU selebihnya ber Kartu Tanda Penduduk (KTP) dari luar. (*)
Penulis : Erwin
Editor : Aspian Nur