Warga PPU Keluhkan Kelangkaan Elpiji Subsidi
2 menit baca559 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, PENAJAM – Masyarakat di sejumlah wilayah di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengeluhkan sulitnya mendapatkan tabung gas elpiji berukuran 3 Kg.
Kelangkaan stok elpiji subsidi ini dialami masyarakat yang berada di Kelurahan Penajam, Petung dan lainnya di wilayah Kabupaten PPU.
"Susah dapat, apalagi kalau di eceran itu tidak ada jual sekarang. Kemarin aja harus antre panjang kalau mau dapat gas," kata Baharuddin (47), warga Kelurahan Petung, Penajam.
Dia berharap kelangkaan elpiji ini dapat diselesaikan oleh pemerintah, mengingat sebagian besar masyarakat PPU masih mengandalkan elpiji untuk memasak. "Mudahan ada upayalah dan pembangunan sambungan gas rumah tangga segera tuntas, jadi enak, seperti di rumah kelurga saya di Penajam," tutunya.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) PPU, Kuncoro, menyatakan bahwa telah mendengar persoalan yang dialami masyarakat tersebut, bahkan telah melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke sejumlah agen dan pangkalan.
Menurutnya, persoalan ini terjadi karena masih terdapat orang kategori mampu menggunakan hak masyarakat tidak mampu atau tidak tepat sasaran.
"Selama masih tetap tidak sasaran, maka persoalan kelangkaan tabung gas 3 Kg akan terus terjadi, padahal kan peruntukannya sudah jelas hanya untuk masyarakat tidak mampu," ungkapnya, Minggu (23/8).
Tabung gas elpiji 3 kg hanya diperuntukkan bagi rumah tangga miskin yang memiliki penghasilan di bawah Rp1,8 Juta per bulannya atau tidak berpenghasilan tetap. Artinya masyarakat yang berpenghasilan di atas itu tidak diperbolehkan membeli.
"Seperti PNS, karyawan perusahaan yang bergaji tetap, warung beromzet besar itu tidak boleh menggunakan," akunnya.
Warung makan beromzet besar, PNS atau masyarakat berpenghasilan di atas Rp1,8 ribu per bulan, hanya diperkenankan untuk menggunakan tabung gas non subsidi 5,5 dan 12 Kg.
Kuncoro optimistis apabila pemasangan sambungan gas rumah tangga atau Jargas pada 2020 telah terpasang hingga di Kecamatan Waru, maka persoalan ini diperkirakan akan teratasi. Terlebih kuota Jargas yang diberikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencapai 5.062 Sambungan Rumah (SR).
"Insya Allah kalau jaringan Jargas sudah terpasang sampai Kecamatan Waru, tidak jadi persoalan sudah, jadi jatahnya bisa direlokasikan ke Kecamatan Sepaku," tutupnya.
Penulis: */Erwin
Editor: M.Huldi
Berita sudah terbit di edisi cetak Koran Kaltim, Senin 24 Agustus, dengan judul "Warga PPU Kesulitan Mendapatkan Elpiji".










