Hal ini dilakukan guna menghindari penularan Covid-19. Sehingga Pemkot Samarinda membatasi tamu undangan hingga peserta tarian. Dengan ini Wali Kota Samarinda, H Syaharie Jaang mengucapkan terima kasih atas pengertian dari berbagai elemen masyarakat.
"Terimakasih atas pengertian dan dukungan bersama sehingga pelaksanaan hari ini tetap mengutamakan protokol kesehatan," kata Jaang.
Ia menjelaskan, acara ini sedianya adalah agenda rutin tahunan. Namun, pelaksanaan pada tahun ini sangat berbeda dengan yang sebelumnya yang berhasil mengundang ribuan tamu dan penari.
Kemudian Jaang berharap agar melalui pelaksanaan tersebut pihaknya mampu mengajak seluruh masyarakat untuk melestarikan budaya khas Bumi Etam
"Seni dan budaya seperti upacara adat Hudoq Kawit ini harus tetap dilestarikan sepanjang zaman agar ini menjadi semangat bagi anak-anak muda dan cucu kelak," harapnya.
Bahkan Jaang menyebut, di penghujung masa jabatannya sebagai orang nomor satu di Samarinda ini berkomitmen pelestarian budaya khas akan terus ia gencarkan sampai akhir hayatnya. (adv)
Penulis : Claudius Vico
Editor : Rusdi