Pasalnya, sisa bangunan lama median itu menyebabkan aktivitas lalu lintas tidak berjalan lancar. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Jalan (LLJ) Dishub Samarinda, Vincentius Hari Prabowo saat ditemui usai rapat Forum Lalu Lintas Jalan.
"Dulu kan sebelum adanya jembatan baru median jalan itu masih berfungsi, tapi sekarangkan sudah tidak berfungsi, jadi akan di rapikan," ucap Hari sapaannya.
Kemudian dari arah Jalan Cipto Mangunkusumo ke arah Samarinda sebelum memasuki Jembatan Mahakam 1 akan menemui traffic light yang sudah tak efektif digunakan.
"Adanya traffic light kan sekarang sudah tidak efektif lagi, jadi akan dinonaktifkan, ketika median jalan sudah di rapikan," jelasnya.
Hal itu dilakukan agar mengurangi kepadatan kendaraan yang akan menuju Samarinda. Lebih lanjut Hari memaparkan, pengguna jalan yang berasal dari Samarinda Seberang, ketika tiba di Samarinda tertuju pada putaran kendaraan tepat di depan SMPN 10, itu juga menjadi pembahasan dalam rapat evaluasi.
"Sebetulnya di kawasan itu sudah ada grand desainnya, nah itu yang kami minta dimunculkan lagi oleh PU Provinsi," papar Hari.
Namun ada pula yang akan pihaknya rubah dari Jalan Slamet Riyadi hendak naik ke Jembatan Mahakam IV yang masih memakai rambu lalu lintas sementara, akan di rubah menjadi permanen, lalu genangan air yang ada di jalur motor akan segera di perbaiki saluran airnya. (adv)
Penulis : Claudius Vico
Editor : Rusdi