Bahkan, Barkati juga dikenal dengan karakternya yang tegas dan merakyat ini jauh sebelum dia menjabat sebagai orang nomor dua di Kota Samarinda.
Meskipun kini Barkati telah menjadi Wakil Wali Kota, namun, Yuni mengaku sering menjumpainya di warung-warung kopi sederhana sambil bercengkrama dengan warga yang melakukan aktivitas kesehariannya.
"Kedekatan dia dengan rakyatnya seperti tanpa jarak," kata Yuni kepada korankaltim.com, Jumat (21/8/2020)
Hal tersebut dikuatkan juga dengan tindakan konkretnya pada saat menghadapi Pandemi Covid-19 yang melanda kota tepian.
"Beliau terjun langsung untuk melakukan penyemprotan disinfektan pada fasilitas umum sebagai upaya untuk mencegah penyebarannya," sambungnya.
Tidak cukup sampai disitu, Barkati juga terlibat langsung dalam penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak Covid-19 dan banjir, dengan harapan untuk meringankan beban yang dipikul masyarakat Samarinda.
Belakangan ini, Barkati santer terdengar untuk berkompetisi sebagai calon Wali Kota Samarinda pada Pilkada serentak mendatang.
Diketahui, tepat pada hari kemerdekaan Indonesia ke-75, Barkati mendeklarasikan diri untuk siap menjadi calon Wali Kota Samarinda, berpasangan dengan Muhammad Darlis sebagai pendampingnya. Pasangan ini dikenal dengan sebutan Sang Badar (Barkati-Darlis).
Bahkan, bukan hanya siap untuk sebagai calon namun mereka juga berkata siap menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Samarinda selama lima tahun kedepan.
Menurut Yuni, Barkati merupakan sosok yang paling tepat untuk memimpin masyarakat Samarinda, karena bagi dia, pemimpin sejati itu ialah sosok yang dekat dengan rakyatnya, dan hal itu melekat pada Barkati.
"Bagaimana bisa jadi pemimpin jika tak dekat dengan rakyatnya, apa yang akan diperjuangkan ketika dengan rakyat malah berjarak," tutupnya. (*)
Penulis : Faishal Alwan Yasir
Editor: Aspian Nur