“Memang baru sebulanan ini saya menjabat sebagai Wawali, namun sudah banyak laporan bahwa banyak pegawai ASN yang tidak masuk kantor dikarenakan cari kerja tambahan diluar karena gajinya habis dipotong oleh pinjaman Bank," beber Barkati.
Ia mengatakan boleh meminjam di Bank tetapi harus paham konsekuensinya, paling tidak harus menyesuaikan diri, bukan memaksa diri.
"Jangan mentang – mentang ASN kenal Walikota, Wawali, Sekda, Kepala OPD dan sebagainya bisa seenaknya tidak mentaati aturan yang berlaku. Kalau memang kenal pejabat harusnya bisa mengangkat harkat dan martabat atasan kita,” tegas Barkati.
Ditambahkan Barkati bahwa masih banyak ASN Kota Samarinda yang melanggar disiplin.
Khusus kepada ASN yang baru diambil sumpahnya, agar pengambilan sumpah janji ASN bukan sekadar kegiatan seremonial belaka karena hakekatnya merupakan kesanggupan melaksanakan tugas dan fungsi sebagai ASN dengan benar dan baik.
“Kita ini melamar menjadi ASN perjuangannya sangat panjang, jadi jangan disia – siakan. Jangan beranggapan bahwa menjadi ASN tidak bisa diberhentikan, bisa semaunya sendiri. Nanti tetap akan diproses inspektorat sesuai peraturan yang berlaku. Sebagai ASN harusnya selalu berbuat baik untuk melayani masyarakat, berkarya untuk Kota Samarinda dan berbakti pada NKRI, jadilah ASN yang berprestasi baik,” terang Barkati.
Hadir pula dalam kesempatan itu, Sekretaris Daerah Kota Samarinda Sugeng Chairuddin, Kepala Kantor kemenag Kota Samarinda Masdar Amin, Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, Camat dan seluruh tamu undangan terkait lainnya. (adv/kmf5)