Dalam kegiatan tersebut Bupati Paser dr. Fahmi Fadli menyampaikan guna melestarikan hutan Mangrove di wilayah Kabupaten Paser, diperlukan dukungan dari berbagai pihak. Terutama permasalahan anggaran yang perlu melibatkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Balai Konservasi sumber Daya Alam (BKSDA).
"Wilayah pesisir Kabupaten Paser masuk dalam kawasan Cagar Alam, untuk itu diperlukan dukungan penganggaran dari Pemerintah Provinsi dan juga BKSDA," ucap dr. Fahmi Fadli.
Disampaikan bahwa kegiatan penanaman 1.000 mangrove tersebut selaras dengan program Paser Mas (Maju, Adil dan Sejahtera). Untuk itu ia berharap kegiatan bisa terlaksana secara berkelanjutan.
"Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, semoga saja kegiatan ini bisa terus berkelanjutan, tidak hanya sekedar penanaman saja, namun juga perlu perawatan, sehingga bisa berdampak positif pada pembangunan Paser Mas," harapnya.
Disampaikan bahwa, kegiatan penanaman 1.000 mangrove tersebut merupakan kelanjutan dari penanaman 500 mangrove yang dilaksanakan pada Bulan Maret lalu.
"Sebelumnya sudah dilaksanakan penanaman mangrove sebanyak 500 bibit, sekarang ini kelanjutannya," pungkasnya.(adv)
Editor: Rusdianto