Hal tersebut adalah Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Paser Taharuddin. Ia mengaku bahwa hal tersebut dapat tercapai dikarenakan dukungan juga mendapat dukungan melalui program dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain di Kabupaten Paser.
"Diawal 2022 lalu ada sebanyak 35 desa Rawan Pangan, sekarang tingal 25 desa. Ini karena program kami juga bersinergi dengan program dari OPD lain," ucap Taharuddin. Senin (6/3/2023).
Sesuai dengan Visi Kabupaten Paser, yakni Paser Mas (Maju, Adil dan Sejahtera). Dimana pada tahun 2022 lalu Pemerintah Kabupaten Paser fokus pada penanganan pembenahan dan pembangunan Infrastruktur jalan dan jembatan.
Ia menilai, fokusnya pemerintah Kabupaten Paser pada pembenahan infrastruktur jalan dan jembatan, juga berdampak positif pada peningkatan ketahanan Pangan di wilayah Kabupaten Paser.
“Jalan sudah sebagian besar di perbaiki, begitu juga dengan jembatan, ini mengakibatkan masyarakat bisa lebih mudah mendistribusikan hasil panen keluar desa,” terangnya.
Penguatan angka ketahanan pangan tersebut dinilai melebihi dari target yang telah ditetapkan. Target penurunan semula hanya mencapai 18,50 persen, namun mampu direalisasikan mencapai 18,75 persen.
“Tahun 2023 ini kami targetkan sebanyak 15 desa akan keluar dari desa rawan pangan,” ungkapnya.
Ditahun 2023 ini, ia juga mengatakan akan menerapkan beberapa program kepada masyarakat, ia berharap program yang akan di luncurkan tersebut juga mendapat sambutan positif dari masyarakat.
“Nanti akan ada program yang akan kami luncurkan, semoga masyarakat juga bisa menerima program ini,” pungkasnya. (Adv)
Editor: Rusdianto