Hj. Syarifah Masitah Assegaf memaparkan delapan point penting pada Pidato Presiden RI Joko Widodo. Ia menilai bahwa delapan poin yang disampaikan Presiden RI juga dapat menjadi motor dalam mewujudkan Paser Mas (Maju, Adil dan sejahtera).
"Setiap point yang disampaikan presiden RI jika dilaksanakan di kabupaten Paser, tentu juga akan mewujudkan visi Kabupaten Paser, untuk itu hal ini juga menjadi perhatian penting kami," ucap Hj. Syarifah Masitah Assegaf. Kamis (23/2/2023).
Adapun poin pertama yang disampaikan presiden RI Joko Widodo yakni, berkaitan dengan Event Seni dan Olahraga.
"Pelaksanaan Even seni dan budaya dapat memicu pertumbuhan ekonomi di kalangan masyarakat, untuk itu ia meminta agar pelaksanaan even di daerah bisa terus dilaksanakan," ucap Masitah. Kamis (23/2/2023).
Dalam pelaksanaan even seni dan olahraga, diprediksi akan mampu menarik usaha Pelaku UMKM, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kalangan masyarakat.
"Pelaksanaan Even seni dan olahraga diperkirakan terdapat sebanyak 3000 even di Indonesia selama tahun 2023, ia menegaskan agar ijin dari even tersebut tidak dihambat, karena hal tersebut menyangkut masalah perputaran ekonomi yang dapat tertahan," jelasnya.
Poin ketiga berkaitan dengan Wisata, disampaikan agar Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) semakin digiatkan guna mendorong pertumbuhan ekonomi.
Selanjutnya berkaitan dengan Hilirisasi di segala sektor didaerah bukan hanya dari sektor pertambangan, namun perlu juga digalakkan melalui sektor pertanian, perikanan dan perkebunan.
"Permasalahan Pangan sangat penting diperhatikan antisipasi elnino, Idul Fitri dan kondisi geopolitik, kami diminta untuk terus melakukan Kontrol pasar, kontrol kenaikan harga bahan pokok karena ini menyangkut inflasi, seperti kenaikan harga beras," jelasnya.
Berkaitan dengan dukungan pembelian produk dalam negeri. Setiap Pemerintah Daerah diharuskan membantu membelanjakan Anggran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk produk dalam negeri.
Selanjutnya, berkaitan dengan peningkatan iklim Investasi, setiap Pemerintah daerah diharuskan untuk mempermudah perijinan, sehingga semakin banyak investor yang berinvestasi di Daerah.
"Jangan dipersulit untuk perijinan, kalau perlu hitungan jam sudah selesai," ungkapnya.
Permasalahan stunting dan permasalahan tenaga honorer yang sampai saat ini masih perlu menjadi perhatian.
Angka stunting setiap tahun harus menurun, masalah tenaga honorer sampai saat ini masih di bahas dan di upayakan jalan terbaik, pungkasnya. (ADV)
Editor: Rusdianto