"Sudah dua tahun kami menjalani usaha kerajinan tangan ini, sering aja kami dapat pesanan dari luar daerah, Balikpapan, Samarinda," ucap Haripah. Senin (12/9/2022).
Dalam pembuatan ia mengaku tidak khawatir dengan ketersediaan bahan baku. Sebab bahan baku sendiri merupakan hasil hutan yakni Rotan. Bahan baku dengan bahasa latin "Calameae" tersebut masih tersedia banyak di sekitar Desa Riwang.
"Kalau bahan baku, kami tidak khawatir, karena masih banyak disini," ungkapnya.
Meskipun demikian, Haripah mengaku masih terkendala dengan peralatan pembelah rotan. Sebab dalam proses pembelahan tersebut sampai saat ini pihaknya masih melakukan secara manual, sehingga memerlukan waktu yang relatif lama.
"Kami masih terkendala di peralatan pembelah rotan. Kemudian kami harus meraut rotan yang sudah dibelah.waktu pengerjaan ini yang cukup lama," ujarnya.
Untuk waktu pembuata sendiri, ia mengaku relatif. Menyesuaikan dengan jenis pesanan, ukuran dan motif yang akan dibuat.
"Waktunya tidak mesti, kadang bisa satu hari kadang juga bisa tiga hari. Tergantung pesanannya, ukurannya seberapa, jenisnya apa," ungkapnya.
Dalam proses penjualan produk home industi yang ia jalani. Ia mengaku saat ini masih dilakukan penjualan dirumah dan melalui media sosial Facebook.
"Terkadang ada orang yang datang kerumah sini mau, ada juga yang beli lewat media sosial. Karena kami juga jualkan lewat FB," pungkas Haripah. (adv)
Penulis : Dwi Cahyo
Editor: Aspian Nur