
"Setelah melihat situasi wisata dan sejarah di Pulau Penyengat ini, kami melihat ada keserupaan antara kawasan Pulau Penyengat dengan Kecamatan Pasir Belengkong, karena pernah menjadi pusat pemerintahan yang dipimpin seorang raja," ucap Hj Syarifah Masitah Assegaf, Minggu (28/8/2022).
Saat ini Pemkab Paser tengah mematangkan pengembangan wisata religi yang lebih terkonsep. Menurutnya, wisata religi memiliki potensi ekonomi yang tinggi bila ditata dengan baik seperti pengelolaan Pulau Penyengat.
Adapun pengembangan wisata religi di Kecamatan Pasir Belengkong dengan konsep sejarah, budaya dan agama lanjut Wabup bertujuan agar peziarah lebih nyaman dan pedagang kaki lima (PKL) tertata.
“Pengembangan kawasan Pasir Belengkong dikonsepkan wisata religi dengan penataan serius, sehingga peziarah nyaman, PKL tertata,” jelasnya.
Dijelaskannya bahwa, salah satu tujuan kunjungannya ke Pulau Penyengat yakni ingin mempelajari dan menggali potensi pengembangan pariwisata religi yang telah dilakukan Pemkot Tanjungpinang.
"Tentunya apa yang kita peroleh dari kunjungan ini akan menjadi hal yang sangat berharga bagi pengembangan wisata relizi di Kecamatan Paser Belengkong,” pungkasnya. (Adv)
Penulis : Dwi Cahyo
Editor: Maruly Zainuddin