H. Kaharuddin menyampaikan dengan dilaksanakannya seleksi JPT Pratama tersebut. Ia mengharapkan hasil yang terbaik untuk Kabupaten Paser ke depan.
“Kami menginginkan kemajuan untuk kabupaten Paser, untuk itu kami sangat mengharapkan hasil dari tahapan seleksi ini mampu memberikan yang terbaik untuk Kabupaten Paser. Baik dari segi pembangunan, kesejahteraan masyarakatnya bahkan sampai pada pemerintahannya,” ucap H Kaharuddin, Senin (22/6/2020).
Pelaksanaan seleksi jabatan sendiri harus dilaksanakan sebab terdapat empat jabatan yang kosong di lingkungan pemerintahan Kabupaten Paser. Jabatan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kabupaten Paser, Kepala Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol), Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran.
“Di Kabupaten Paser ada jabatan yang kosong dan ini penting. Makanya perlu dilakukan seleksi untuk jabatan yang saat ini kosong. Tentu dengan kriteria dan persyaratan yang sesuai dengan aturan peemerintah,” terangnya.
Ketua Tim Seleksi JPT Pratama Kabupaten Paser yang ditangani langsung Sekretaris Daerah Kabupaten Paser Katsul Wijaya menyampaikan tahapan seleksi wawancara dan presentasi makalah dilaksanakan selama dua hari yakni, Senin dan selasa 22-23 Juni 2020.
“Di hari pertama ini kami melaksanakan seleksi pada jabatan Asisten Pemerintahan Kesra Sekda Paser dan Badan Kesbangpol. Besok ada lagi seleksi untuk dua jabatan lagi, Dinas Pemadam Kebakaran dan dan Dinas Peternakan dan Perkebunan,” ucap Katsul Wijaya.
Setelah tahapan tes wawancara dan presentasi selesai, ttim seleksi akan segera melaksanakan rapat internal untuk menentukan jumlah nilai dari masing-masing peserta. “Setelah tahapan seleksi ini selesai, kami dari tim seleksi akan langsung rapat untuk membahas hasil seleksi tes wawancara dan presentasi makalah ini. Hasilnya nanti ini lah yang akan kami kirimkan untuk mengikuti tahapan asassement,” terangnya.
Berkaitan dengan jadwal pelaksanaan asassement sendiri. Ia mengaku akan diinformasikan lebih lanjut sebab masih harus berkoordinasi dengan Badan Diklat Provinsi Jawa Timur.
“Waktunya nanti akan kami informasikan lebih lanjut, karena memang kami harus berkoordinasi dulu dengan pihak Bandiklat Jawa timur, terlebih lagi dengan masih mewabahnya Covid-19 saat ini. Tentunya ada kendala,” jelasnya.
Pelaksanaan asassement nanti diperkirakan masih akan dilaksanakan secara virtual dengan difasilitasi oleh Bandiklat Jawa Timur. (adv)
Penulis: Dwi Cahyo
Editor: Desman Minang