"Kami sudah menerima informasi bahwa terdapat dua pasien PDP di paser dengan hasil Swab Positif sejak Jumat Malam. Namun informasi tersebut belum bisa disebarluaskan kepada masyarakat, karena informasi tersebut ditujukan kepada tenaga medis agar segera melakukan tindakan terhadap warga dengan hasil swab positif tersebut," ujar Amir Faisol, Sabtu (18/4/2020).
Hal tersebut dilakukan, lanjutnya. Guna meminimalisir dampak kepanikan di lingkungan masyarakat yang dapat menambah gaduhnya suasana di kabupaten Paser.
Selanjutnya ia menjelaskan alur laporan yang diterima pihak kesehatan di daerah dari Balai Besar Laboratorium di surabaya.
"Laporan hasil Swab tersebut dikirim dulu ke laboratorium pusat di Jakarta untuk dikumpulkan menjadi informasi nasional, kemudian diteruskan ke provinsi terkait dan dari provinsi baru dikirimkan ke kabupaten. Tapi sebagai informasi awal pihak rumah sakit sudah menerima informasi hasil Swab diawal, sebagai landasan untuk melaksanakan tindakan pengamanan dan pelayanan kesehatan kepada pasien yang dimaksudkan," jelasnya.
Menurutnya cepat atau lambatnya pengumuman oleh Gugus Tugas bukanlah permaslahan besar. Sebab yang terpenting ialah kecepatan tim medis dalam melaksanakan tindakan kepada warga yang hasil Swabnya positif.
"Pengumuman itu pasti, tapi yang perlu cepat dalam kondisi saat ini adalah penanganan dari tim medis. Sejak informasi diterima tim medis, kami sudah laksanakan upaya penanganan. Sejak jumat malam kemaren, kedua orang ini sudah berada di ruang isolasi Rumah Sakit Panglima Sebaya," pungkasnya. (adv)
Penulis : Dwi Cahyo
Editor: Desman Minang