Bupati Mahulu, Bonifasius Belawan Geh menyampaikan permohonan maaf kepada umat gereja karena belum bisa memberikan tempat ibadah yang megah dan bagus untuk mereka, Hal ini terjadi karena keterbatasan keuangan pemerintah.
“Semoga pemerintah Mahulu berikutnya bisa mempersembahkan. yang lebih dari pada ini” ucap Bonifasius.
Dengan segala keterbatasan dan kekurangan tersebut, Bupati sangat bangga atas antusias umat di Danum Paroy yang sudah membantu dan berjuang membangun rumah Tuhan.
“Gereja ini agak unik karena berdiri di tengah belantara. Butuh kerja keras menjaga gereja semakin nyaman dan tenteram dalam beribadah,” terang bupati.
Tidak lupa juga Bupati mengajak untuk menjaga aset rumah ibadah agar tudak cepat rusak sebelum waktunya dan sebisa mungkin untuk memanfaatkan gereja dengan kegiatan keagamaan dan sosial yang positif.
“Sebisa mungkin gereja ini jangan kosong, bisa di gunakan untuk latihan paduan suara gereja, misa dan banyaj hal lainnya,” jelasnya
Selain itu, Uskup Agung Samarinda, Mgr. Yustinus Harjosusanto, MSF. Mengatakan bahwa dirinya cukup terharu dengan sambutan yang di berikan oleh umat dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mahulu, yang memiliki rasa semangat dan bangga dalam meresmikan gereja tersebut.
“Saya terharu, umat dan Pemkab Mahulu dalam situasi yang sulit menyambut dengan khidmat dan semangat peresmian gereja St Thomas Danum Paroy ini,” tutur Uskup
Uskup agung berpesan kepada umat gereja untuk merawat dengan baik agar para umat senantiasa untuk selalu beribadah walaupun jarak tempuh tiga kilometer dari pemukiman dan bait suci ini di jadikan sarana ibadah sebagai wadah mengembangkan iman.
“Terima kasih kepada Pemkab Mahulu yang sudah mendanai untuk mendirikan tempat ibadah,” ungkapnya.
Tidak lupa juga dilakukan secara simbolis dengan memberikan kunci gereja oleh Bupati Bonifasius Belawan Geh kepada Uskup Agung Samarinda, Mgr. Yustinus Harjosusanto, MSF. (Adv)
Penulis : Jerry Lukas
Editor : Rusdi