Saat dijumpai usai mengikuti upacara, Wakil Bupati Mahulu mengapresiasi perayaan HUT ke-23 Kubar, banyak sekali rangkaian acara yang dilaksanakan, terutama yang menarik adalah pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) menggunakan seraung terbanyak.
“Kami melihat di sini bukan hanya rekor MURI yang ingin dicapai, namun ada juga pembinaan Usaha Kecil Menengah (UKM) disini, dan saya rasa patut menjadi contoh, dimana juga sebagaimana kita ketahui Kubar ini merupakan Kabupaten induk dari Mahulu, kita sangat apresiasi terutama dari keberhasilan capaian pembangunan yang sudah dicapai selama 23 tahun Kubar berdiri,” beber Wabup Yohanes Avun.
Ia menambahkan, karena apapun kemajuan dan keberhasilan yang ada di Kubar, akan selalu berimbas ke Kabupaten Mahulu, terutama pembangunan jalan darat dimana sebelum masuk ke Kabupaten Mahulu, pastinya melalui Kubar terlebih dahulu.
“Memang untuk sekarang untuk jalan darat Kubar ke Mahulu, masih jalan tanah namun ini sudah masuk kedalam Anggaran APBN, yang mulai progresnya 2023-2024, terutama yang dari Kampung Long Gelawang Kecamatan Laham ke Kampung Ujoh Bilang Kecamatan Long Bagun, direncanakan tahun 2024, sudah akan diaspal,” ungkap Wabup.
Sementara itu dalam sambutannya Bupati Kutai Barat FX. Yapan menyampai ucapan terimakasih kepada tamu seluruh tamu undangan yang sudah, berkenan hadir Bersama-sama dalam momen upacara memperingati HUT ke-23 Kubar.
“Semoga melalui kegiatan peringatan Hut Kubar ke 23 ini, bukan hanya bersifat serimonial saja, namun kita dapat mengambil beberapa makna di momen Hut ini, sebagai motifasi kita terus berupaya berpartisipasi nyata, agar Bersama-sama kita gapai visi pembangunan Kabupaten Kubar , dalam mewujudkan Kutai Barat semakin adil. mandiri dan sejahtera berlandaskan ekonomi kerakyatan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia,”ungkapnya. (Adv)
Editor: Rusdi