Dengan hadirnya platform Indonesiana ini diharapkan dapat mewujudkan pengelolaan kebudayaan yang lebih bermutu dengan membangun kerjasama strategis, melalui transfer ilmu pengetahuan dan Sumber daya Manusia (SDM) di bidang kebudayaan.
“Saya berharap melalui platform Indonesiana dapat mempromosikan keragaman dan kekayaan budaya Mahakam Ulu ke nasional bahkan ke internasional,” kata Avun membacakan sambutan mewakili Bonifasius.
Avun berharap seluruh seniman dan pelaku kebudayaan yang ada di Mahulu untuk dapat memanfaatkan kesempatan ini mendapatkan panggung berekspresi, dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dan kreatifitas yang tinggi untuk menghasilkan suatu karya yang dapat menjadi konsumsi bagi khalayak ramai.
“Terutama pada masa pandemi Covid- 19 ini, pelaku seni dan kebudayaan tidak dapat secara bebas mengekpresikan karya di ruang publik, karena itu kehadiran kanal Indonesiana dapat menjadi platform penting untuk menembus keterbatasan ini,” paparnya.
Disebutkannya, berdasarkan UU 5/2017 tentang pemajuan kebudayaan, terdapat setidaknya empat langkah strategis yang perlu dilakukan baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam hal pengelolaan kebudayaan, seperti perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan. (adv)
Penulis: Yosafat G
Editor: Aspian nur