Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Pujianto, memastikan proses pencairan bantuan untuk sekolah swasta kini masuk tahap akhir.
“Pendanaannya sudah siap, sekarang tinggal proses pencairan. InsyaAllah dalam waktu dekat segera disalurkan,” ucapnya.
Pujianto menegaskan bentuk bantuan yang diterima murid adalah seragam lengkap, bukan uang tunai. Seragam nantinya akan dibagikan melalui sekolah masing-masing.
Bantuan seragam gratis bagi murid swasta, meliputi Rp 1,8 juta untuk murid SMP, Rp1,5 juta untuk murid SD, Rp 1,2 juta untuk murid PAUD, seluruhnya telah termasuk komponen pajak.
“Program ini diharapkan mampu mengurangi kesenjangan fasilitas antara sekolah negeri dan swasta, sekaligus membantu meringankan biaya pendidikan keluarga di Kukar,” harapnya.
Diketahui, dalam misi pertama pada visi misi Kukar Idaman Terbaik yaitu mewujudkan pemenuhan dan pemerataan pelayanan dasar kesehatan, pendidikan dan perlindungan sosial.
Implementasi misi pertama ini tertuang dalam Program Bantuan Sekolah Swasta/Pondok Pesantren Idaman Terbaik. Program ini merupakan dedikasi Kukar Idaman Terbaik, yang ditujukan untuk memperkuat sekolah swasta sebagai bagian dari satuan pendidikan di Kutai Kartanegara, dengan memberikan program bantuan berbasis sekolah swasta/pondok pesantren bagi peningkatan kesejahteraan dan kapasitas guru swasta, sarana dan prasarana sekolah.
Sementara itu, salah seorang Guru SMP YPK 1 Tenggarong, Fadli menjelaskan, sekolahnya telah melakukan pendataan penerima manfaat, khususnya untuk siswa baru kelas VII.
“Untuk SMP YPK 1, ada 126 siswa kelas satu yang tercatat sebagai penerima bantuan. Totalnya terbagi dalam 4 kelas,” ujarnya. Fadli mengungkapkan, hingga saat ini sekolah masih menunggu dana hibah dari pemerintah daerah untuk pengadaan seragam.
Berbeda dengan sekolah negeri yang dananya sudah masuk lebih dulu, penyaluran untuk sekolah swasta harus melalui mekanisme pendanaan hibah.
“Kami masih menunggu pencairan dana hibah. Nanti uangnya langsung masuk ke rekening sekolah, kemudian sekolah yang akan membelikan seragam sesuai juknis dan SK Bupati,” tuturnya.
Ia menambahkan, pembelian seragam secara terpusat oleh sekolah dilakukan agar proses pelaporan dan pertanggungjawaban (SPj) menjadi lebih mudah.
“Kalau diberikan langsung dalam bentuk uang kepada orang tua, SPj-nya akan sulit. Karena itu sekolah yang belanjakan, termasuk perlengkapan dari ujung kepala sampai ujung kaki sepatu, tas, dan lainnya,” bebernya.
Beberapa orang tua murid sebelumnya sudah terlanjur membeli seragam secara mandiri. Menanggapi hal ini, sekolah akan mengalihkan manfaat bantuan tersebut melalui pemotongan atau pengurangan biaya SPP.
"Jika orang tua sudah beli seragam, nanti bantuannya dialihkan ke SPP agar tidak memberatkan," tutupnya. (Adv)