Pelaksanaan GPM tersebar di Kota Tenggarong dan lima kecamatan dengan total 12 kegiatan: tujuh kali di pusat kota dan lima kali di kecamatan. Di Kota Tenggarong, kegiatan digelar di Creative Park dan Halaman Kantor Bupati. Sedangkan di kecamatan, titik pelaksanaan meliputi Kembang Janggut, Kota Bangun, Muara Jawa, Marangkayu, dan Sebulu.
Komoditas yang paling diminati masyarakat antara lain beras, minyak goreng, cabai, dan bawang merah. Nuryani, warga Tenggarong, mengungkapkan, “Harga jauh lebih terjangkau dan sangat membantu saat harga pasar naik.”
Bupati Kukar, Aulia Rahman, menegaskan bahwa GPM bukan sekadar program menjual pangan murah. “GPM bukan sekadar jual pangan murah. Ini sistem besar yang memastikan rantai pasok berjalan baik, dari petani sampai konsumen,” ujarnya. Tujuan GPM mencakup menjaga harga tetap stabil, distribusi lancar, produsen tidak dirugikan, dan konsumen terbantu.
Sejak pelaksanaan program, GPM terbukti menekan inflasi daerah, menjamin harga kebutuhan pokok tetap terkendali, menyerap hasil panen petani, serta memberi masyarakat akses pangan dengan harga lebih ringan. Program ini melibatkan berbagai pihak, mulai kelompok tani, pedagang, UMKM, BUMDes, hingga Perusahaan Daerah (Perusda), untuk menyediakan pilihan pangan yang beragam bagi masyarakat.
GPM juga berpeluang digelar tambahan menjelang Natal dan Tahun Baru, tergantung penyesuaian anggaran akhir tahun. Program ini dilaksanakan hanya jika harga pangan naik dan tidak merugikan pedagang lokal, dengan fokus utama sebagai penyeimbang harga.
Dengan GPM, Pemkab Kukar menunjukkan komitmen menjaga ketahanan pangan sekaligus mendukung visi besar Kukar Idaman Terbaik, menuju ekonomi yang kuat berbasis pertanian dan kesejahteraan masyarakat. (Adv)