“Jadi fokus utamanya adalah menciptakan pemuda yang berkarakter mandiri dan mampu berdaya saing serta berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah,” kata Dery kepada Koran Kaltim.
Upaya ini direalisasikan melalui program-program dan kegiatan-kegiatan layanan kepemudaan dengan menjembatani kebutuhan atau aspirasi dan partisipasi pemuda dari berbagai sektor kehidupan baik dalam bidang organisasi, kewirausahaan, kreativitas hingga kepemimpinan.
“Jadi dalam Target kami 2025 ini alhamdulillah itu tercapai sebanyak 225 wirausaha muda pemula yang bergabung dalam klinik wirausaha pemuda mandiri (WPM) kami berikan peningkatan atau pelatihan terus untuk tingkat partisipasi pemuda nya juga alhamdulillah tercapai yaitu sebanyak 4,87% atau sekitar 3500 an pemuda yang dalam tahun 2025 ini yang kami berikan kegiatan maupun fasilitasi dalam bentuk kreativitas maupun organisasi pelatihan kepemimpinan kader dan lainnya,” sebutnya.
Jenis layanan yang diberikan yaitu jenis fasilitasi organisasi kepemudaan, dan biasanya teman-teman dalam organisasi kepemudaan itu ada pengkaderan maupun kegiatan-kegiatan lainnya, kemudian juga ada pelatihan dan pemberdayaan pemuda, pelatihan layanan pemuda pelopor, klinik wirausaha pemuda mandiri yang menjadi unggulan Dispora Kukar, serta ada pemberian penghargaan dan mengapresiasi kepada pemuda terhadap penyelenggaraan hari-hari besar kepemudaan. Lomba kreatifitas dan ketangkasan pemuda dan layanan-layanan konsultasi maupun ruang diskusi pemuda yang rutin dilakukan.
“Jadi dari beberapa jenis pelayanan tadi itu menjadi potensi utama kami para pemuda di Kutai Kartanegara yaitu sektor kewirausahaan, pertanian perikanan maupun peternakan seni budaya dan pariwisata, olahraga dan kepemimpinan organisasi,” jelasnya.
Untuk pemuda pelopor tahun ini tingkat Kaltim, Dispora Kukar patut berbangga karena ada pemuda Kukar asal Kecamatan Muara Badak meraih penghargaan pemuda pelopor bidang Sumber Daya Alam, Lingkungan dan Pariwisata.
“Alhamdulillah untuk tahun ini Kutai Kartanegara mewakili untuk mengikuti pemuda pelopor kami menjuarai bidang sumber daya alam lingkungan dan pariwisata atas nama Nurul dari Muara Badak. Ini menjadi potensi baru, karena beberapa tahun ke belakang itu kami belum pernah menjuarai di bidang tersebut, kita pernah juara di bidang pendidikan dan ketahanan pangan. Semoga ini menjadi percontohan bagi pemuda-pemuda yang lain,” demikian Dery. (Adv)