Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin mengatakan festival yang bertujuan untuk mendaftarkan arsip prasasti Yupa Muara Kaman untuk masuk ke dalam Memori Kolektif Bangsa (MKB) menjadi momentum untuk mengajak kita semua lebih peduli mengenal sejarah yang ada di Muara Kaman.
“Artinya ini bukan sekedar seremoni hore-hore ini banyak penuh makna dan akan kita gali seluruh budaya yang ada di Kutai Kartanegara secara bertahap pastinya, hari ini kita mulai di Muara Kaman bisa jadi besok di kecamatan lainnya yang memiliki sejarah penting juga bagi Kutai Kartanegara bahkan Indonesia,” tegas Rendi.
Dalam visi misi Kukar Idaman Terbaik, Rendi menyatakan Pemkab Kukar terus berupaya dalam memaksimalkan potensi untuk rekreasi religi, melestarikan dan menyampaikan kepada seluruh masyarakat Kukar khususnya anak-anak kita.
“Bahwa kita bukan hanya banyak sekali deposit sumber daya (alam, red) tapi juga kita banyak sekali deposit sumber daya kebudayaan yang unlimited dan ini harus kita gerakkan bersama, ini butuh kolaborasi semua pihak,” harapnya.
Terkait potensi wisata religi yang ada di Muara Kaman khususnya menjadi pusat ibadah bagi masyarakat umat hindu, Wabup Kukar mengajak semua pihak untuk selalu peduli dan menjaga.
“Orang luar saja berkunjung kesini menjaga tempat ini dengan baik masa kita tidak bisa menjaga dan peduli, jaga. Jaga semua tempat jaga semua cagar budaya yang ada di Kutai Kartanegara. Maksud dari event yang kita laksanakan untuk memaksimalkan seluruh potensi di kecamatan termasuk potensi budaya,” demikian Rendi. (adv)