Ia menegaskan bahwa dukungan tersebut sangat selaras dengan visi besar Kukar Idaman Terbaik, terutama dalam memperkuat keberadaan rumah ibadah dan para pengurusnya.
Menurut Aulia, keberpihakan kepada takmir masjid, imam, dan seluruh penggerak kegiatan keagamaan memang menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah. Program tersebut dianggap penting untuk memperkuat peran sosial-keagamaan di tengah masyarakat dan meningkatkan pelayanan ibadah yang lebih layak serta nyaman.
Bupati menilai, hubungan baik antara Pemkab Kukar dengan legislatif itu diharapkan dapat membuka peluang-peluang pembangunan yang lebih besar di masa mendatang. Ia optimistis sinergi antara daerah dan pusat dapat mempercepat realisasi program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Lebih jauh, Aulia mengungkapkan bahwa ia baru saja menyelesaikan kursus pemantapan pimpinan daerah bersama sejumlah kepala daerah terpilih. Dari 548 kabupaten/kota, hanya 25 peserta yang mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan tersebut, dan Aulia menjadi satu-satunya perwakilan dari Kalimantan Timur.
Pelatihan tersebut menguatkan pentingnya kesinambungan pembangunan dari pusat hingga daerah agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat. “Semua diarahkan agar pembangunan itu satu garis, sejalan antara pusat dan daerah. Dengan begitu, masyarakat Kukar dapat merasakan dampaknya secara nyata,” tegasnya.
Aulia menutup dengan optimisme bahwa kolaborasi yang kuat, baik dengan pemerintah pusat maupun para anggota DPR RI yang memiliki kepedulian terhadap Kukar, akan semakin mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
"Tentunya kami berharap setiap langkah kolaboratif antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dapat menghasilkan perubahan positif yang langsung dirasakan oleh masyarakat," pungkasnya. (adv)