Untuk tahun 2025, DKP Kukar menetapkan target produksi yang lebih tinggi, yakni 378 juta benih ikan dan udang, serta 1 juta kilogram pakan. Target tersebut disusun berdasarkan tren pertumbuhan jumlah pelaku budidaya yang terus meningkat setiap tahun.
Berbagai bantuan juga terus digencarkan, antara lain bibit ikan air tawar, bibit udang, pakan ikan, rumput laut, keramba, kolam terpal, hingga pendampingan dan pelatihan teknis bagi para pembudidaya. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas produksi dan mendukung keberlanjutan usaha masyarakat.
Meski demikian, pembudidaya masih menghadapi sejumlah tantangan di lapangan, terutama fluktuasi harga ikan air tawar. Harga ikan nila dan mas bahkan pernah anjlok hingga Rp25.000 per kilogram, yang berdampak langsung pada pendapatan pembudidaya.
Untuk menjawab persoalan tersebut, DKP Kukar kini mendorong strategi hilirisasi melalui penguatan pasar. Upaya yang ditempuh mencakup pengembangan produk olahan hasil ikan, diversifikasi produk, serta rencana pembangunan cool storage di beberapa wilayah. Fasilitas itu ditujukan untuk menjaga kualitas hasil panen, memperpanjang masa simpan, sekaligus memperkuat pemasaran agar pembudidaya tidak bergantung pada pasar segar.
Langkah ini juga sejalan dengan program Kukar Idaman Terbaik, di mana penguatan kapasitas 25.000 nelayan dan pembudidaya telah mencapai 100 persen pada 2024. Ke depan, DKP Kukar akan terus fokus meningkatkan rantai pasok, efisiensi produksi, dan kesejahteraan para pembudidaya.
“Harapan kami, pembudidaya tidak hanya menjual ikan segar, tapi juga bisa mengolah hasil panen agar nilai jualnya meningkat,” ujar Kepala DKP Kukar Muslik. (Adv)