Komoditas budidaya yang paling mendominasi selama 2024–2025 meliputi ikan nila, ikan lele, ikan patin, dan ikan bandeng. Keempat jenis ikan ini menjadi penopang utama produktivitas sektor perikanan di Kukar.
Kepala DKP Kukar, Muslik, menegaskan bahwa seluruh program bantuan pemerintah daerah ke depan harus memberikan manfaat nyata bagi para pelaku usaha perikanan. Ia menekankan pentingnya penyaluran bantuan yang tepat sasaran agar mampu mendorong peningkatan produksi.
“Ke depannya, bantuan-bantuan yang kita berikan harus betul-betul memberi manfaat bagi para pelaku usaha perikanan. Itu yang kita harapkan, sehingga bantuan tersebut tepat sasaran dan benar-benar mendorong peningkatan produksi,” ujarnya.
Muslik menjelaskan bahwa sektor perikanan Kukar—baik budidaya maupun tangkap—selama ini menjadi salah satu penyumbang terbesar bagi produksi perikanan di Kalimantan Timur. “Produksi perikanan kita, baik budidaya maupun tangkap, kalau tidak salah, menyumbang lebih dari 50 persen produksi perikanan di Kaltim. Kita punya potensi perairan umum daratan seperti sungai dan danau yang produktivitasnya tinggi,” jelasnya.
Ia menambahkan, sektor perikanan tangkap di laut juga terus dioptimalkan melalui pembangunan fasilitas yang memadai untuk mendukung aktivitas nelayan. “Untuk mendukung itu, kami membangun fasilitas-fasilitas seperti tempat pendaratan ikan, baik yang besar seperti TPI maupun yang jenis JTJT. Fasilitas ini kami siapkan di beberapa titik desa agar nelayan lebih mudah melakukan pendaratan dan distribusi hasil tangkapannya,” katanya.
Muslik menegaskan bahwa pengembangan fasilitas serta dukungan program lainnya bertujuan menjaga keberlanjutan produksi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan di Kukar. (Adv)