Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab Kukar, Ahyani Fadianur menegaskan bahwa pembinaan dan pengembangan Koperasi Merah Putih menjadi salah satu instrumen penting untuk mencapai kemandirian ekonomi desa dan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Ahyani, meskipun banyak koperasi telah berdiri di Kukar, sebagian besar masih menghadapi kendala permodalan dan pengelolaan yang belum optimal.
“Kami berharap skema pendanaan seperti Kredit Produktif Indonesia (KPI) hingga Rp500 juta bisa segera dimanfaatkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi roh utama dalam pengembangan koperasi. Melalui pelatihan dan pendampingan, Pemkab Kukar mendorong agar koperasi desa mampu dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel, sejalan dengan semangat program Kukar Idaman Terbaik yang menekankan pada inovasi, daya saing, dan mandiri.
Ahyani juga menegaskan bahwa keberadaan Koperasi Merah Putih bukan sekadar pemenuhan target administratif, tetapi bagian dari visi besar pembangunan daerah untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dan kemandirian pangan.
“Koperasi Merah Putih ini adalah bentuk nyata implementasi Asta Cita Kedua dan Keenam menuju Indonesia Emas 2045,” jelasnya.
Pemkab Kukar melalui Dinas Koperasi dan UKM telah menuntaskan pembentukan Koperasi Merah Putih di seluruh desa dan kelurahan. Langkah berikutnya adalah pembinaan berkelanjutan melalui pelatihan sumber daya manusia dan rencana usaha yang matang. Ahyani bahkan mengusulkan pembentukan tim terpadu pembinaan dan pengawasan koperasi, melibatkan perangkat daerah, lembaga perbankan, dan praktisi profesional agar perkembangan koperasi lebih terarah.
Lebih jauh, Ahyani menyinggung kebijakan nasional yang mewajibkan setiap koperasi memiliki tujuh jenis usaha pokok seperti jasa sembako, apotek, klinik desa, unit simpan pinjam, kantor koperasi, cold storage, dan logistik.
Ia berharap Pemkab Kukar dapat mempercepat pembangunan fisik gerai koperasi sebagaimana amanat Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 dengan dukungan penyediaan lahan dan pendampingan teknis.
“Melalui penguatan koperasi, kami ingin memastikan bahwa semangat Kukar Idaman Terbaik bukan hanya slogan, tetapi benar-benar menjadi gerakan bersama untuk menciptakan ekonomi rakyat yang tangguh, adil, dan berkelanjutan,” tuturnya.
Ia menutup dengan optimisme bahwa sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha akan menjadikan Kukar sebagai daerah yang unggul dan mandiri secara ekonomi. “Koperasi adalah fondasi ekonomi rakyat. Jika koperasi kuat, maka Kukar juga akan kuat menuju masa depan yang lebih sejahtera,” pungkasnya. (Adv)
Editor: Aspian Nur