Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Kukar, Dendy Irwan Fahriza, menyampaikan bahwa hingga tahun 2025, pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan untuk 332 rumah ibadah di berbagai kecamatan. Jumlah ini melampaui target RPJMD sebelumnya yang menetapkan 250 rumah ibadah dalam lima tahun.
“Alhamdulillah, dari tahun 2022 sampai 2025 ini, sudah 332 rumah ibadah yang kita bantu. Target lima tahun hanya 250, jadi sudah terlampaui. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendukung kegiatan keagamaan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bantuan tersebut tidak hanya untuk satu agama tertentu, melainkan mencakup Masjid, Mushola, Gereja, Pura, hingga Vihara. Menurut Dendy, hal ini sejalan dengan semangat Kukar Idaman Terbaik yang mengedepankan nilai inovatif, daya saing, mandiri, dan religius, termasuk dalam menjaga harmoni antarumat beragama.
“Tentunya kita ingin semua umat beragama di Kukar memiliki tempat ibadah yang layak dan nyaman. Pemerintah berkomitmen menjaga keberagaman dan memberikan dukungan yang adil bagi seluruh pemeluk agama,” ungkapnya.
Tahun 2025 ini, Dendy menyebut sudah 82 rumah ibadah yang menerima pencairan bantuan. Dari sisi pendanaan, Pemkab Kukar juga menunjukkan konsistensi dukungan anggaran. Tahun 2022 dialokasikan sebesar Rp 11,1 miliar, meningkat signifikan pada 2023 menjadi Rp 32,3 miliar, dan disesuaikan pada 2024 dengan Rp 21,5 miliar. Sementara untuk 2025, besaran anggaran masih menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah tanpa mengurangi komitmen pelaksanaan program.
“Meski tahun ini kita efisiensi, program bantuan rumah ibadah tetap kita jalankan. Pemerintah daerah tetap berkomitmen mendukung keberlangsungan kegiatan keagamaan masyarakat sebagai bagian dari semangat Kukar Idaman Terbaik,” tandasnya. (Adv)
Editor: Erwin