Salah satu program dedikasi yaitu Program Etam Sejahtera, yang ditujukan untuk memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat prasejahtera, dengan memberikan bantuan pangan bagi kelompok kategori jompo, disabilitas dan anak terlantar kategori miskin.
Selain itu, memastikan jaminan kesehatan terpenuhi 100 persen, jaminan asuransi ketenagakerjaan bagi pekerja rentan termasuk relawan kebencanaan/kemanusiaan, dan perbaikan rumah tidak layak huni minimal 500 unit per tahun, serta memfasilitasi kelompok disabilitas agar mendapat akses pada lapangan kerja formal dan informal melalui penguatan dan integrasi program Kukar siap kerja dan klinik wirausaha pemuda mandiri (WPM) dengan membuka unit layanan peningkatan keterampilan bagi pencari kerja hingga di setiap kecamatan.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri didampingi Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora), Aji Ali Husni mengatakan pihaknya tak hanya fokus pada pemberdayaan pemuda dan pengembangan ekonomi kreatif.
Melalui program unggulan Klinik WPM, Dispora Kukar sukses membina lebih dari dua ribu pelaku usaha muda sejak program ini diluncurkan yakni sejak tiga tahun lalu.
“Kami menerapkan sistem pembinaan yang berjenjang agar bantuan dan pendampingan yang diberikan lebih tepat sasaran. Kami berbeda dari OPD lainnya. Di Dispora, ada tahapan khusus. Pemuda diarahkan untuk bergabung dulu di Klinik Wirausaha Pemuda Mandiri, kemudian mengikuti pelatihan dan kami pantau perkembangan usahanya selama satu hingga dua tahun,” jelasnya.
Pendekatan bertahap ini dilakukan agar setiap bantuan yang diberikan benar-benar efektif dan sesuai kebutuhan pelaku usaha. Setelah melalui proses pelatihan dan pemantauan, Dispora akan melakukan evaluasi untuk menentukan kesiapan para peserta menerima dukungan sarana dan prasarana usaha.
“Kami tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga membimbing mereka hingga siap secara administratif dan mental untuk naik kelas dalam dunia wirausaha,” tambahnya.
Hingga kini, Klinik WPM telah memiliki lebih dari 2.050 mitra aktif dari kalangan pelaku UMKM muda di berbagai kecamatan di Kukar. Program ini juga berhasil membangun jaringan kolaborasi antar wiraswasta yang saling mendukung dan memperkuat satu sama lain.
“Dispora menyebut mereka sebagai mitra, bukan binaan. Karena dalam dunia kewirausahaan, kolaborasi adalah kunci. Kami tidak bisa bekerja sendiri,” jelasnya.
Program ini menunjukkan bahwa peran Dispora Kukar tidak terbatas pada bidang olahraga dan kepemudaan.
“Tetapi juga meluas pada pembangunan ekosistem wirausaha yang mandiri, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi muda Kukar,” tutupnya. (Adv)
Editor: Erwin