Misi 2 sendiri menekankan pengembangan hilirisasi sektor pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif sebagai pondasi ekonomi baru non-ekstraktif.
Pembukaan festival ditandai dengan pemukulan kentongan bambu dan gong oleh Bupati Aulia Rahman Basri bersama Camat Muara Muntai, Mulyadi, serta perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar dan jajaran Forkopimca Muara Muntai.
Bupati Aulia menegaskan kegiatan ini bertujuan mengingatkan anak-anak dan generasi muda akan kekayaan budaya Kukar. Dengan pelestarian budaya tersebut, diharapkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat terus berkembang.
“Jadi saya berharap, festival budaya ini nanti dirangkaikan dengan acara olahraga tradisional, seperti Belogo, Begasing, Enggrang, Asen Naga, dan lain sebagainya. Supaya anak anak kita, generasi muda kita bisa mengetahui dan memahami acara-acara budaya, dan merupakan kekayaan hakiki yang dimiliki oleh Kabupaten Kukar,” harapnya.
Pada misi 2 Kukar Idaman Terbaik, festival budaya masuk dalam program dedikasi yaitu Program Penguatan Penggiat Seni dan Budaya Daerah, Merupakan dedikasi Kukar Idaman Terbaik, yang ditujukan untuk pelestarian dan pengembangan seni budaya Kukar, dengan melakukan pembinaan dan fasilitasi kepada sanggar seni dan budaya, baik berupa sarana dan prasarana, fasilitasi legalitas kelembagaan, promosi pertunjukan, serta peningkatan kapasitas SDM yang dilaksanakan secara terintegrasi dengan pembangunan daya tarik destinasi wisata daerah.
Sebagai informasi festival ini akan berlangsung selama sepekan. Camat Muara Muntai Mulyadi melaporkan, kegiatan ini terlaksana berkat dukungan Pemkab Kukar melalui Disdikbud Kukar.
Festival Batu Bumbun dan Festival Srimuntai yang kedua ini dilaksanakan mulai 1-7 November 2025. “Yang setiap malam nya akan diisi berbagai macam kegiatan seni tari dan budaya, dengan menampilkan para talent-tent dari Muara Muntai,” jelas Mulyadi. (Adv)
Editor: Erwin