Terkait dengan pelantikan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menjelaskan bahwa hal ini sejalan dengan misi ketiga, yakni Terbaik dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan dan meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia aparatur sipil negara.
“Jadi konsep PPPK itu adalah mengisi kekosongan tenaga. Karena konsepnya mengisi kekosongan, sehingga orang-orang ini harus mendaftar sesuai dengan formasinya kalau seandainya kita tidak mau mengisi sesuai formasi yang ada, maka sampai kapan pun tidak akan bisa memenuhi kekosongan tenaga yang ada di Kutai Kartanegara,” kata Aulia kepada Korankaltim.com.
Orang nomor satu Kukar ini memberikan contoh terkait konsekuensi sebagai abdi negara pada kesatuan tingkat TNI-Polri yang bersedia ditempatkan di mana saja sesuai kebutuhan dan harus berkorban jauh dari keluarga.
“Jadi ya mana yang lebih ekstrim misalnya kita lihat saudara-saudara kita dari TNI, dari polisi yang bertugas sering kali jauh dari keluarga ya mau tidak mau dan pilihannya memang seperti itu karena konsep kita ini ingin mengatasi kekosongan tenaga dan waktu itu juga kami sempat berkonsultasi dengan Badan Kepegawaian Negara itu disampaikan bahwa untuk PPPK itu tidak bisa kita pindah-pindah karena apa?, karena kalau kita pindah-pindah lagi kapan kekosongan tenaga ini akan dipenuhi,” terang dokter Aulia sapaan akrab Bupati Kukar ini.
Pemahaman inilah, lanjut Aulia harus dipahami dan diresapi oleh seluruh PPPK yang dilantik dan telah mengucapkan sumpah janji profesinya. Ia juga menegaskan tidak akan memberlakukan kebijakan pemindahan PPPK yang sudah ditempatkan sesuai formasi masing-masing, termasuk untuk mengisi kekosongan jabatan.
“Mana yang lebih bijaksana, misalnya ketika daerah di sana itu kosong misalnya saudara-saudara kita di Kembang Janggut butuh guru kita ditugaskan di sana, terus karena sesuatu dan lain hal karena kita tinggal di Tenggarong. Mana yang lebih adil? kita meninggalkan saudara-saudara kita di Kembang Janggut untuk diajar atau kita kembali ke Tenggarong,” demikian Dokter Aulia. (Adv)
Editor: Erwin