Dalam ajang bergengsi tersebut, Kecamatan Tenggarong berhasil keluar sebagai juara umum setelah melalui persaingan yang ketat antar-kafilah dari seluruh kecamatan.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas suksesnya penyelenggaraan MTQ tahun ini. Ia menilai bahwa ajang ini bukan sekadar lomba membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi wadah pembinaan dan penguatan nilai-nilai keislaman di masyarakat.
“Kita melihat bagaimana para peserta dari setiap kecamatan berkompetisi dengan semangat dan kemampuan yang luar biasa. Ini menunjukkan bahwa proses pembinaan di tingkat kecamatan sudah berjalan dengan baik,” ujarnya.
Aulia menjelaskan bahwa MTQ ke-46 ini merupakan hasil dari rangkaian pembinaan yang telah dilakukan secara berjenjang. Setiap kecamatan sebelumnya telah menggelar MTQ di wilayah masing-masing, dan para juara dari tingkat kecamatan inilah yang berkompetisi di tingkat kabupaten.
“MTQ ini perantara untuk menampilkan hasil dari pembinaan yang telah dilakukan. Setelah ini, proses pembinaan tidak boleh berhenti. Justru harus semakin diperkuat agar kualitas qari dan qariah kita terus meningkat,” tegasnya.
Ia menambahkan, seusai pelaksanaan MTQ tingkat kabupaten, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara akan mulai mempersiapkan diri menghadapi MTQ dan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) tingkat Provinsi Kalimantan Timur.
“Pak Sekda selaku Ketua LPTQ Kukar akan menyiapkan pembinaan lanjutan bagi para juara. Kita akan melakukan proses seleksi dan melihat siapa yang paling siap mewakili Kukar di tingkat provinsi nanti,” ungkapnya.
Bupati Kukar juga menyampaikan rasa bangga terhadap keberhasilan putra-putri Kutai Kartanegara yang telah menorehkan prestasi hingga tingkat internasional.
“Kita patut bersyukur karena para qari dan qariah asal Kutai Kartanegara sudah mampu berbicara di kancah dunia. Tahun ini kita meraih juara dua di Malaysia dan juara dua juga di Kroasia. Ini bukti bahwa generasi Qurani dari Kukar mampu bersaing di tingkat global,” pungkasnya. (Adv)
Editor: Aspian Nur