Rapat yang berlangsung di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, ini dihadiri seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kukar.
Kepada awak media, Aulia Rahman Basri menjelaskan, rapat tersebut bertujuan untuk menyesuaikan rencana kerja yang telah disusun oleh masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) dengan alokasi anggaran yang diterima Pemerintah Kabupaten Kukar dari pemerintah pusat.
“Seperti TKD (transfer ke daerah) itu DBH kita dari yang dulu kita susun Rp5,7 triliun ternyata setelah KMK (Keputusan Menteri Keuangan) keluar kita hanya dapat Rp1,5 triliun dan itu kita sesuaikan,” kata Aulia sore ini.
Orang nomor satu di Kukar itu melanjutkan, terdapat asumsi perubahan pada penerimaan daerah, baik mengalami peningkatan maupun penurunan. Dengan demikian, APBD Kukar tahun depan diperkirakan berada pada kisaran Rp6,5 triliun hingga Rp7 triliun, berdasarkan perhitungan sementara saat ini.
“Waktu di RKPD kan kita menyusun itu di angka Rp7,5 triliun dan di RKPD itu belum menyesuaikan dengan rencana RPJMD Kukar Idaman Terbaik karena penyusunan RKPD belum dimulai untuk RPJMD, jadi waktu itu belum jalan (RPJMD, red) dan teman-teman di Bappeda belum berani melakukan penyesuaian RPJMD 2025-2030 di dalam RKPD. Nah ini yang sekarang kita coba sesuaikan,” terangnya.
Ia menjelaskan, penyesuaian baru dilakukan saat ini karena penyusunan RPJMD sudah hampir memasuki tahap finalisasi. Pemkab Kukar juga telah berkoordinasi dengan DPRD serta membangun kesepahaman dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) terkait delineasi wilayah IKN, yang mencakup Kecamatan Samboja Barat, Muara Jawa, sebagian Loa Kulu dan Loa Janan.
“Apa yang harus kita lakukan nah karena semua sudah klop dan dari segi uang juga lokus ruang nya sudah kita pastikan dari penekanan strateginya antara eksekutif dan legislatif juga sudah kita pastikan maka kita ini sekarang berusaha membawa teman-teman OPD menyesuaikan dengan itu. Jadi dengan seluruh OPD hari ini besok hingga lusa kita upaya menyesuaikan rencana kerja dengan kondisi anggaran yang kita terima,” tegas Aulia. (adv)
Editor: Erwin