Bupati Kukar melalui Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setkab Kukar, Dendy Irwan Fahriza mengatakan bahwa pihaknya tengah mematangkan pola rekrutmen dan mekanisme seleksi bagi peserta baru kedua program tersebut.
“Kami sedang menyiapkan pola rekrutmennya, pola seleksinya seperti apa. Mudah-mudahan bisa mulai berjalan pada November nanti,” ujar Dendy, Rabu (29/10/2025).
Ia menegaskan, tidak ada perubahan signifikan dalam aturan maupun kriteria seleksi. Fokus utama tahun ini adalah menjangkau desa, kelurahan, dan kecamatan yang belum memiliki da’i atau tahfidz dari angkatan sebelumnya.
“Dari angkatan pertama sampai kelima, masih ada beberapa wilayah yang belum terisi. Itu akan menjadi prioritas utama kami tahun ini,” jelasnya.
Sebagai langkah awal, Pemkab Kukar akan menggelar rapat koordinasi bersama seluruh camat dan kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kukar pada. Pertemuan ini bertujuan untuk melakukan pemetaan wilayah dan menentukan prioritas penempatan da’i dan tahfidz di tahun 2025.
Hingga saat ini, program tersebut telah menempatkan sekitar 250 da’i dan tahfidz yang tersebar di 193 desa, 44 kelurahan, dan 20 kecamatan di wilayah Kutai Kartanegara.
Selain menjalankan tugas utama berdakwah dan mengajar Al-Qur’an, para peserta program juga aktif terlibat dalam berbagai kegiatan keagamaan daerah, seperti Safari Subuh bersama kepala daerah di sejumlah kecamatan, termasuk Kenohan, Muara Uwis, Muara Muntai, dan Kota Bangun.
“Target kita setiap tahun ada 50 peserta baru. Secara akumulatif, sekarang sudah sekitar 250 orang yang aktif berdakwah dan mengajar Al-Qur’an di berbagai wilayah,” pungkasnya.
Program ini merupakan bagian dari Kukar Idaman dan mendukung visi Kukar Berkah, yang menekankan pembangunan sumber daya manusia religius dan berkarakter melalui dakwah dan pendidikan Al-Qur’an di seluruh pelosok desa. (Adv)
Editor: Erwin