Fokus utama program ini pada periode 2025–2030 meliputi pendampingan kader posyandu di bidang kesehatan, pengawasan gizi dan keamanan makanan, serta peningkatan kapasitas kader kesehatan melalui pelatihan rutin. Pada tahap awal tahun 2026, program ini menargetkan pendampingan bagi 43.858 balita, kemudian dilanjutkan secara bertahap hingga 2030 dengan target tambahan 10 persen setiap tahun.
Cakupan pelaksanaan program mencakup 827 posyandu aktif di seluruh wilayah Kutai Kartanegara, dengan kegiatan pendampingan dan supervisi lapangan bersama puskesmas. Landasan pelaksanaan program ini tertuang dalam Renstra Dinas Kesehatan Kukar dan selaras dengan RPJMD Kutai Kartanegara 2025–2030.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kutai Kartanegara Ns. Kusnandar, SST., M.Adm.Kes menyampaikan bahwa pihaknya optimistis misi pertama Kukar Idaman dapat tercapai melalui sinergi lintas perangkat daerah. “Kami ingin seluruh warga Kukar sehat, kuat, dan sejahtera,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Kutai Kartanegara dr. Aulia Rahman Basri, M.Kes menegaskan pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi anak-anak sebagai faktor utama dalam mendukung tumbuh kembang dan prestasi belajar di sekolah.
Ia menjelaskan, anak-anak yang memperoleh asupan gizi baik akan memiliki kemampuan berpikir lebih optimal sehingga dapat menjadi generasi unggul dan berdaya saing.
“Anak-anak yang cerdas perlu asupan gizi yang baik, untuk tumbuh kembang anak” tegasnya. (Adv)