Turut mendampingi Bupati Kukar kali ini Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) M. Taufik Anggota Komisi IV DPRD Kukar Fatlon Nissa, Asisten II Setkab Kukar Ahyani Fadianur Diani, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Muslik, Camat Tenggarong beserta sejumlah perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
“Langkah ini merupakan bagian dari program Kukar Idaman Terbaik, yang menitikberatkan pada penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah,” kata Aulia.
Orang nomor satu Kukar ini menyatakan bahwa Pemkab Kukar berkomitmen untuk mengoptimalkan lahan pertanian yang sudah ada dengan memperbaiki sistem pengairan serta membangun infrastruktur pendukung seperti jalan usaha tani agar hasil panen lebih mudah diangkut dan bisa dengan secepatnya dipasarkan.
“Dari total 17 ribu hektare lahan sawah di Kukar, baru sekitar 13 ribu hektare yang aktif. Sisanya, termasuk 200 hektare di Rapak Rabau, belum optimal. Kami sudah sepakat dengan OPD terkait untuk segera intervensi. Tahun depan akan kami tindaklanjuti dengan anggaran sekitar Rp8 hingga Rp10 miliar di Dinas PU,” jelasnya.
Aulia menegaskan bahwa Pemkab Kukar akan terus berupaya menjaga produktivitas pertanian melalui kolaborasi lintas sektor. Selain memperbaiki infrastruktur, juga akan menyiapkan program pendampingan bagi petani agar lahan yang telah diperbaiki dapat segera dimanfaatkan kembali.
“Kalau jaringan irigasi sudah bagus, petani bisa mulai menanam lagi. Kita ingin lahan-lahan tidur ini bangkit dan menjadi sumber ekonomi masyarakat,” tegasnya. (adv)