Plt Kepala Dinas Kesehatan Kukar, Kusnandar, menjelaskan bahwa salah satu fokus utama tahun 2025–2030 adalah peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat melalui pendampingan kader posyandu khusus bidang kesehatan serta pengawasan keamanan dan gizi makanan.
“Program ini kami laksanakan melalui kegiatan pendampingan kader posyandu di bidang kesehatan dan pengawasan keamanan serta gizi makanan. Pelaksanaannya dilakukan di tingkat posyandu, karena di sana terdapat enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan yang menjadi acuan utama kegiatan,” jelasnya.
Menurutnya, Dinas Kesehatan berperan penting dalam melakukan pendampingan dan peningkatan kapasitas kader kesehatan agar mampu memberikan edukasi, pemantauan pertumbuhan, serta memastikan kecukupan gizi masyarakat, khususnya bagi balita dan lansia.
“Selain itu, kami juga memastikan keamanan pangan di masyarakat tetap terjaga, sehingga makanan bergizi yang dikonsumsi benar-benar aman dan bermanfaat bagi kesehatan,” tambahnya.
Program ini menargetkan pendampingan kepada 43.858 balita pada tahun 2026, dengan proyeksi peningkatan sekitar 10 persen setiap tahunnya hingga 2030.
Untuk kelompok lansia, sasaran akan ditetapkan bekerja sama dengan Dinas Sosial dan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra).
Penetapan sasaran dilakukan berdasarkan data balita usia 6–59 bulan per Juli 2025, dan akan diperbarui setiap tahun agar lebih akurat sesuai perkembangan di lapangan.
Kegiatan ini juga telah masuk dalam Rencana Strategis (Renstra) Dinas Kesehatan serta selaras dengan dokumen RPJMD Kabupaten Kutai Kartanegara.
Selain fokus pada pemberian makanan bergizi, Dinas Kesehatan juga menjalankan program kontrol keamanan dan gizi makanan yang melibatkan 827 posyandu di seluruh wilayah Kukar.
“Pengelolaan makanan bergizi dilakukan di tingkat posyandu, dan kami juga melakukan supervisi ke lapangan bersama puskesmas untuk memastikan standar pelaksanaan terpenuhi,” ujar Kusnandar.
Melalui pendampingan intensif, para kader posyandu dibekali pelatihan terkait keamanan pangan, pengawasan gizi, dan teknik pemantauan pertumbuhan anak. Setiap tahun, kader baru akan terus dilatih untuk memperkuat keberlanjutan program.
Program pendampingan kader posyandu dan kontrol keamanan pangan menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Kukar dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang inklusif dan merata.
Upaya ini sejalan dengan semangat Kukar Idaman Terbaik untuk memastikan seluruh masyarakat, terutama kelompok rentan seperti balita dan lansia, memperoleh hak atas layanan kesehatan dan gizi yang layak.
“Kami ingin seluruh warga Kukar sehat, kuat, dan sejahtera. Dengan dukungan kader posyandu dan sinergi lintas perangkat daerah, kami optimistis target misi pertama Kukar Idaman dapat tercapai,” tutupnya. (adv)