Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali peran santri dalam menjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemajuan peradaban.
Peringatan Hari Santri tahun ini mengusung tema “Merawat Indonesia, Menjaga Peradaban Dunia”, yang menggambarkan tekad para santri untuk berkontribusi aktif tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga dalam menjaga keutuhan bangsa dan kemajuan dunia.
Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh santri dan pondok pesantren atas dedikasi mereka dalam membangun karakter dan moral masyarakat.
“Pemkab Kukar menyadari betul bahwa peran santri dan pondok pesantren sangat besar dalam proses pembangunan daerah,” ujarnya.
Bupati berharap agar pondok pesantren terus mencetak santri-santri yang berkualitas dan berdaya saing, karena mereka adalah generasi penerus yang akan membawa Kutai Kartanegara menuju masa depan yang lebih baik.
“Sesuai dengan tema Hari Santri tahun ini, kami berharap para santri dan pondok pesantren di Kukar dapat turut serta menjaga dan memperkuat peradaban di daerah ini,” tambahnya.
Aulia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu agama dan penguasaan teknologi modern. “Santri masa kini diharapkan tidak hanya belajar kitab kuning saja, tetapi juga mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan perkembangan zaman, seperti teknologi informasi (IT) dan isu-isu kekinian lainnya,” jelasnya.
Sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah terhadap pengembangan pesantren, Bupati Aulia memastikan bahwa program bantuan operasional pondok pesantren sebesar Rp100 juta per pesantren tetap dilanjutkan pada tahun ini.
“Program ini telah dimulai sejak masa Kukar Idaman dan kini diteruskan dalam Kukar Idaman Terbaik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kukar, Ariyadi mengajak seluruh santri untuk terus menjadi teladan dalam menanamkan nilai-nilai kedamaian, kebersamaan, dan cinta tanah air.
“Melalui momentum Hari Santri ini, semoga kita semua mampu mewujudkan Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai daerah Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur daerah yang aman, nyaman, tenteram, dan kondusif,” ucapnya.
Ariyadi menekankan pentingnya semangat gotong royong dan persatuan sebagai fondasi memperkuat keharmonisan masyarakat.
“Mari kita terus menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan demi memperkuat persatuan dan kesatuan kita sebagai warga Kukar,” pungkasnya. (Adv)
Editor: Erwin