Dukung Peningkatan Kesejahteraan Nelayan Lewat Bantuan di Tiga Kecamatan
2 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Erlita Budiarti
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memperkuat sektor perikanan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Hal itu terlihat saat Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri menyalurkan bantuan bagi kelompok nelayan di tiga kecamatan, yakni Kenohan, Kota Bangun, dan Muara Wis.
Bantuan tersebut mencakup sarana dan prasarana penunjang aktivitas melaut, seperti perahu, mesin ketinting, serta alat tangkap ikan. Tak hanya itu, Pemkab Kukar juga memberikan dukungan untuk kegiatan budidaya perikanan melalui bantuan bibit dan pakan.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kukar, Muslik menjelaskan hingga tahun 2025, capaian program bantuan untuk nelayan telah mencapai sekitar 80 persen. Ia menyebutkan, Pemkab Kukar terus berupaya memperluas jangkauan program ini agar manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat pesisir.
“Program bantuan untuk nelayan ini sudah berjalan cukup baik. Mulai dari perahu, mesin, hingga sarana budidaya seperti benih dan pakan, semuanya diberikan agar nelayan kita semakin mandiri dan sejahtera,” ujarnya.
Lebih lanjut, Muslik menyampaikan bahwa program ini akan dikembangkan dalam skema besar Meningkatkan Kesejahteraan Petani, Peternak, dan Nelayan Tangguh yang menjadi bagian dari visi Kukar Idaman Terbaik. Targetnya, sebanyak 100 ribu penerima manfaat akan merasakan dampak langsung dari program tersebut.
Tak hanya menyalurkan bantuan, Pemkab Kukar juga berencana memperkuat infrastruktur pendukung kegiatan perikanan. Langkah ini dilakukan melalui optimalisasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan mendorong keterlibatan pihak swasta untuk membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBUN) atau Pertasop.
“Semua ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan dan kemudahan bagi para nelayan kita. Tahun 2026 nanti, program bantuan langsung seperti perahu, alat tangkap, keramba, kolam terpal, hingga bioflok akan terus dilanjutkan,” tambahnya.
Muslik juga mengingatkan agar para penerima bantuan menggunakan fasilitas yang diberikan dengan sebaik-baiknya. Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut tidak boleh diperjualbelikan, melainkan harus dimanfaatkan untuk mendukung usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan.
“Bapak Bupati selalu berpesan agar bantuan ini dijaga dan digunakan dengan bijak. Jangan sampai dijual, karena tujuannya adalah untuk membantu nelayan meningkatkan penghasilan mereka,” tandasnya. (adv)










