Plt Diskop UKM Thaufiq Zulfian Noor melalui Kabid Pengembangan UKM Fathul Alamin menjelaskan data dari Dinas Koperasi dan UKM Kukar menunjukkan bahwa Kecamatan Tenggarong menjadi wilayah dengan jumlah penerima terbanyak, yakni 274 debitur.
Disusul oleh Kecamatan Kembang Janggut sebanyak 157 debitur, Muara Muntai sebanyak 94 debitur, Kota Bangun sebanyak 91 debitur, dan Loa Kulu dengan 71 debitur.
Sementara itu, kecamatan lain seperti Sanga-Sanga, Sebulu, dan Muara Badak juga menunjukkan pertumbuhan positif dalam penyaluran kredit produktif ini. Dari total penerima, sebanyak 756 debitur tercatat telah melunasi kewajibannya, yang menandakan tingkat kepercayaan dan tanggung jawab tinggi dari para penerima manfaat.
Fathul menjelaskan bahwa program KKI Terbaik merupakan hasil penyempurnaan dari program sebelumnya, yaitu Kredit Kukar Idaman yang telah berjalan di periode sebelumnya.
“KKI Terbaik adalah bukti keberlanjutan komitmen Pemkab Kukar untuk memberdayakan masyarakat, terutama pelaku usaha kecil, petani, dan nelayan. Kami ingin memastikan mereka punya akses modal yang mudah, cepat, dan tanpa bunga alias 0 persen,” jelasnya.
Ia menambahkan, sektor penerima manfaat KKI Terbaik sangat beragam dan mencerminkan struktur ekonomi masyarakat Kukar yang dinamis.
“Sektor UMKM yang telah menerima KKI antara lain pedagang kaki lima, pelaku usaha olahan makanan dan minuman, kedai, kafe, rumah makan, serta industri jasa. Selain itu, kami juga menyalurkan kepada sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan baik tangkap maupun budidaya,” ujarnya.
Kemudian, kebijakan tanpa bunga yang dihadirkan pemerintah daerah menjadi langkah konkret dalam melindungi masyarakat dari jeratan pinjaman informal atau rentenir.
“Sering kali pelaku usaha kecil terpaksa meminjam ke pihak yang menetapkan bunga tinggi. Melalui KKI, hal seperti itu bisa dicegah karena Pemkab Kukar hadir dengan solusi nyata,” tambahnya.
KKI juga dikenal dengan peningkatan plafon pinjaman (eskalasi nominal) yang jauh lebih besar dibandingkan program sebelumnya. Jika sebelumnya maksimal pinjaman hanya Rp50 juta untuk petani dan Rp25 juta untuk pelaku usaha olahan, kini plafon pinjaman bisa mencapai hingga Rp500 juta. Kebijakan ini diambil setelah pemerintah melakukan evaluasi terhadap kebutuhan riil pelaku usaha, terutama yang ingin memperluas skala produksi dan meningkatkan daya saing.
Selain memberikan kemudahan akses, Pemkab Kukar juga menetapkan sistem pembayaran yang lebih fleksibel dan berkeadilan. Bagi pelaku usaha umum, cicilan dibayar tetap setiap bulan, sementara bagi petani dan nelayan disesuaikan dengan siklus panen atau masa tanam. Misalnya, pembudidaya ikan nila yang baru panen di bulan keempat, baru mulai mencicil setelah masa panen. Pola ini memberikan ruang adaptasi yang lebih realistis bagi pelaku usaha berbasis musim.
Lebih lanjut, Fathul menegaskan bahwa KKI Terbaik tidak hanya menjadi program pembiayaan, tetapi juga bagian dari strategi besar Pemkab Kukar dalam mendorong transformasi ekonomi menuju sektor non-ekstraktif.
“Kita ingin Kukar tidak hanya bergantung pada sektor tambang. Melalui KKI Terbaik, kita dorong pertumbuhan ekonomi dari sektor produktif rakyat seperti UMKM, pertanian, dan perikanan,” tegasnya.
Dengan realisasi yang terus meningkat, KKI menjadi bukti nyata bahwa visi Kukar Idaman Terbaik 2025-2029 bukan sekadar slogan, melainkan langkah terukur dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Program ini juga diharapkan terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak pelaku usaha di seluruh kecamatan, agar pertumbuhan ekonomi Kukar semakin inklusif dan berkeadilan.
"Kami berharap melalui program ini, para pelaku UMKM di Kutai Kartanegara dapat naik kelas. Sebab dari mereka pula, perputaran ekonomi masyarakat akan terus tumbuh dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan daerah,” pungkasnya.
Salah satu Debitur program Kredit Kukar Idaman (KKI), Sisilia, pelaku UMKM Kue Keroncong Nadimah di Tenggarong Seberang, menyampaikan rasa terima kasih atas kemudahan akses permodalan tanpa bunga yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya fasilitas pinjaman berbunga 0 persen tersebut karena proses pengajuannya cepat dan tidak rumit.
“Alhamdulillah, kemarin saya dapat program KKI tanpa bunga, prosesnya juga cepat dan mudah. Sangat bermanfaat untuk menambah modal usaha dan tabungan. Program ini benar-benar membantu kami pelaku usaha kecil terimakasih Pemkab Kukar sudah membantu UMKM naik kelas,” pungkasnya. (Adv)
Editor: Aspian Nur